Jobuzo – Sebuah inovasi pembelajaran berhasil mengubah suasana kelas bahasa Inggris yang cenderung monoton menjadi lebih dinamis dan interaktif. Inovasi ini diinisiasi oleh tim kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang menerapkan metode gamifikasi di lembaga kursus International Language Program (ILP) Pondok Gede, Bekasi.
Tim ini dipimpin oleh Evi Rosyani Dewi, S.S., M.Hum., bersama anggota dosen lainnya yaitu Salman Al Farisi, S.Pd., M.Hum., dan Wiwid Nofa Suciaty, S.Pd., M.Li. Mereka juga melibatkan partisipasi aktif dari tiga mahasiswa yaitu Bagas Tegar Ramadhan, De Al Farrell Resowijoyo, dan Larasati Setyani. Alasan utama program ini adalah untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dan minimnya interaksi siswa, sekaligus membuktikan bahwa permainan dapat menjadi solusi pembelajaran yang efektif.

Proses pelaksanaan program ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan keberhasilannya di ruang kelas. Tahap pertama adalah berdiskusi dengan para pengajar ILP untuk memilih konten permainan yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Selanjutnya, para pengajar diberikan lokakarya untuk membekali mereka dengan kompetensi teknis dan pedagogis dalam menggunakan platform Games to Learn English. Setelah itu, metode baru ini diimplementasikan langsung di kelas, di mana permainan menjadi pemicu aktivitas belajar kelompok. Tim dosen dan mahasiswa UNJ melakukan pendampingan serta evaluasi secara berkala untuk memantau perkembangan dan memastikan metode berjalan sesuai harapan.
Hasil yang diperoleh dari penerapan gamifikasi ini menunjukkan dampak positif yang luar biasa dan melampaui ekspektasi awal. Atmosfer kelas yang sebelumnya pasif berubah total menjadi lebih hidup, di mana para siswa terlihat sangat antusias dan fokus pada setiap sesi permainan. Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 78% siswa melaporkan bahwa pembelajaran terasa jauh lebih menyenangkan dan minat mereka untuk belajar bahasa Inggris meningkat pesat. Perubahan paling signifikan terlihat pada dinamika interaksi, di mana 74% siswa terbukti mampu berkolaborasi secara aktif dalam diskusi kelompok untuk memecahkan tantangan permainan bersama. Latihan individual yang monoton berhasil ditransformasi menjadi diskusi kelompok yang dinamis.

Kesuksesan program ini membuktikan bahwa gamifikasi merupakan strategi yang efisien untuk meningkatkan motivasi dan interaksi siswa secara simultan. Tim peneliti menyimpulkan bahwa kunci utama keberhasilan integrasi teknologi bukanlah pada kecanggihan alatnya, melainkan pada perubahan paradigma pengajaran dan pemberdayaan peran guru sebagai fasilitator. Guru tidak lagi menjadi penceramah tunggal, tetapi bertindak sebagai pemandu yang mengarahkan diskusi dan memastikan partisipasi merata dari semua siswa. Model pembelajaran ini berhasil menggeser fokus dari yang berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada siswa (student-centered).
Dosen UNJ Ubah Kelas Bahasa Inggris Jadi Lebih Menyenangkan dengan Gamifikasi
