Bekasi, Jobuzo — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengenalan Lembaga Sertifikasi untuk Meningkatkan Nilai Tambah Lulusan SMA” di Yayasan Pendidikan Al Qur’an Fathimiyah, Bekasi, pada Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Al Qur’an Fathimiyah, Jl. Setiawarga 1 No.12, Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sertifikasi Jadi Kunci Daya Saing Tenaga Kerja Muda
Seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja di berbagai industri, perusahaan kini lebih menitikberatkan pada keterampilan praktis dan soft skill, bukan sekadar ijazah formal. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting dalam penataan tenaga kerja nasional.
Bagi lulusan SMA, sertifikat kompetensi dapat menjadi bukti kemampuan di bidang tertentu dan meningkatkan peluang diterima di dunia kerja. Selain itu, sertifikasi juga memberikan pengakuan formal atas kompetensi individu sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.182 Tahun 2013.
Konteks Lokal: Lulusan SMA Dominasi Angka Pengangguran di Bekasi
Data terbaru mencatat jumlah angkatan kerja di Kota Bekasi pada Agustus 2024 mencapai 2,06 juta orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 7,82 persen. Lulusan SMA Umum dan SMA Kejuruan menjadi kelompok terbesar penyumbang pengangguran, masing-masing mencapai 32,45 ribu dan 29,55 ribu orang.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya peningkatan kompetensi melalui program sertifikasi agar lulusan sekolah menengah lebih siap bersaing di pasar kerja.
Pelaksanaan dan Antusiasme Peserta
Dalam kegiatan pengabdian ini, para santri mengikuti sesi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif yang membahas berbagai jenis sertifikasi yang relevan bagi lulusan SMA. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.
Tim pengabdian menekankan bahwa dukungan pimpinan pondok pesantren, guru, orang tua, serta dinas pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kualifikasi kompetensi lulusan. Selain itu, mutu tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran dan transfer informasi berjalan efektif.
Hasil Evaluasi: 100 Persen Peserta Rasakan Manfaat
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner Google Form untuk menilai pemahaman peserta dan efektivitas program. Hasilnya, rata-rata nilai peserta mencapai 85 persen.
Selain itu, hasil survei menunjukkan:
- 100% peserta merasa mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya sertifikat kompetensi.
- 100% peserta mengaku memperoleh manfaat langsung dari pelatihan ini.
- 100% peserta merasa terinspirasi untuk memiliki sertifikat kompetensi di masa depan.
Dorongan untuk Sekolah dan Pemerintah
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah-sekolah, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk lebih aktif mensosialisasikan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMA/SMK. Dengan memiliki sertifikat keahlian, para lulusan diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.
Program PKM UMB Kenalkan Sertifikasi untuk Santri SMA di Bekasi
