Pangkep, Jobuzo – Komunitas Adat Bissu bersama masyarakat Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), bersiap menggelar upacara adat Mappalili Arajang Segeri 2025, sebuah tradisi sakral yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia Nomor 201600410 Tahun 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kegiatan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bugis Segeri ini dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu hingga Rabu, 8–12 November 2025, dengan puncak acara pada Rabu, 12 November 2025 di Bola Arajang Bissu, Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai.
Dalam surat undangan resmi bernomor 016/PBM/XI/2025, Panitia Pelaksana Mappalili Arajang Segeri mengundang Pokja Media dan para jurnalis Pangkep untuk hadir dan meliput rangkaian acara tersebut.
“Sehubungan dengan pentingnya pelestarian dan pemajuan budaya ini, dengan segala kerendahan hati, kami memohon perkenan Pokja Media/Jurnalis untuk dapat hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025,” tulis panitia dalam surat tersebut.
Kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025 juga menjadi bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menekankan pentingnya perlindungan dan pelestarian warisan budaya lokal.
Rangkaian acara yang padat tersebut akan diisi oleh berbagai kegiatan seni, budaya, dan ritual adat, termasuk Kemah Budaya, Workshop Seni Tradisional, Diskusi Budaya dan Sejarah Segeri, hingga Prosesi Ritual Mallekka Wae dan Upacara Tudang Penni.
Puncak kegiatan akan ditandai dengan Tradisi Ma’jorie atau Mappalili Arajang, yaitu ritual keliling kampung dan siram-siraman air suci sebagai simbol penyucian serta Mappatittie’, ritual simbol kesuburan sawah.
Berikut rundown utama kegiatan Mappalili Arajang Segeri 2025:
- 8 November 2025: Pembukaan Kemah Budaya, Pameran UMKM, dan Pentas Seni Tradisional.
- 9 November 2025: Workshop “Tradisi Mappalili dan Peran Bissu”, serta Diskusi Sejarah Segeri.
- 10 November 2025: Prosesi Ritual Mallekka Wae dan Tudang Penni 1 / Sere’ Bissu Maggiri’.
- 11 November 2025: Workshop Sastra Daerah dan Pertunjukan Teatrikal “Bissu Patappuloe”, dilanjut Tudang Penni 2.
- 12 November 2025: Puncak acara Mappalili Arajang dan Mappatittie’, ditutup doa bersama.
Panitia berharap kehadiran media dapat memperluas publikasi dan memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga simbol harmoni antara manusia, alam, dan leluhur,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Dengan dukungan semua pihak, Mappalili Arajang Segeri 2025 diharapkan kembali menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya Bugis dan peningkatan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi yang luhur.
Mappalili Arajang Segeri 2025 Siap Digelar, Tradisi Sakral Bissu yang Terus Dilestarikan
