Jobuzo – Seiring berkembangnya teknologi kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik kini semakin diminati masyarakat Indonesia. Tak sedikit pengguna yang mulai berani membawa mobil listrik untuk perjalanan jarak jauh ke luar kota. Meski menawarkan efisiensi dan kenyamanan, perjalanan jauh dengan mobil listrik membutuhkan perencanaan yang matang, terutama terkait manajemen baterai agar tidak kehabisan daya di tengah jalan.
Pengaturan rute, gaya berkendara, hingga pemanfaatan fitur kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga konsumsi energi tetap efisien. Dengan teknik yang tepat, perjalanan jauh menggunakan mobil listrik bisa tetap aman, nyaman, dan bebas dari rasa khawatir.
Jaga Kecepatan Tetap Stabil
Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing PT Chery Sales Indonesia, menjelaskan bahwa kunci utama menghemat baterai mobil listrik saat perjalanan jauh adalah menjaga penggunaan energi tetap stabil.
Pengendara disarankan mempertahankan kecepatan konstan dan menghindari kebiasaan berkendara agresif seperti sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak. Kebiasaan “gas–rem” yang berlebihan dapat membuat konsumsi daya meningkat secara signifikan.
Selain itu, kecepatan tinggi, terutama saat melaju di jalan tol, terbukti membuat penggunaan baterai lebih boros. Berkendara dengan kecepatan moderat tidak hanya menghemat energi, tetapi juga meningkatkan faktor keselamatan.
Perhatikan Tekanan Ban dan Beban Kendaraan
Tekanan ban yang tidak sesuai standar pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir dan membuat konsumsi baterai lebih boros. Oleh karena itu, pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi sebelum memulai perjalanan jauh.
Selain itu, kurangi membawa barang yang tidak diperlukan. Beban berlebih akan memaksa motor listrik bekerja lebih keras, sehingga daya baterai lebih cepat terkuras. Hindari pula penggunaan aksesori tambahan seperti roof rack atau roof box jika tidak benar-benar dibutuhkan, karena dapat menambah hambatan angin dan menurunkan efisiensi kendaraan.
Baca Juga: Car Free Night Tahun Baru 2026: Jalan Sudirman–Thamrin Ditutup, Rute Alternatif dan Tips Lalu Lintas
Atur Penggunaan AC Secara Cerdas
Faktor kenyamanan juga perlu diperhatikan tanpa mengorbankan efisiensi energi. Rifkie menyarankan pengaturan AC dilakukan secara bijak. Suhu tidak perlu terlalu dingin, dan kecepatan blower cukup disesuaikan dengan kebutuhan.
Penggunaan AC yang berlebihan, terutama saat kondisi macet atau cuaca panas, dapat memangkas jarak tempuh secara signifikan. Dengan pengaturan yang tepat, pengendara tetap merasa nyaman tanpa menguras baterai secara berlebihan.
Kesalahan umum yang sering dilakukan pengendara mobil listrik adalah memaksa kendaraan berjalan hingga kapasitas baterai sangat rendah. Padahal, hal ini justru meningkatkan risiko kehabisan daya sebelum mencapai stasiun pengisian.
Disarankan untuk melakukan pengisian ulang saat kapasitas baterai masih berada di level aman. Selain lebih nyaman, cara ini juga membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Mengisi Daya
Saat melakukan perjalanan jauh, pengendara biasanya berhenti untuk beristirahat. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya baterai, baik menggunakan fasilitas charging station maupun portable charging.
Pengisian daya saat istirahat membantu menambah cadangan energi sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga risiko kehabisan baterai di jalan dapat diminimalkan.
Mobil listrik menawarkan kemudahan dan efisiensi, termasuk untuk perjalanan jarak jauh. Namun, diperlukan teknik berkendara dan manajemen baterai yang tepat agar perjalanan tetap aman dan optimal.
Dengan menjaga kecepatan stabil, memperhatikan kondisi kendaraan, mengatur penggunaan AC, serta melakukan pengisian daya secara terencana, perjalanan jauh menggunakan mobil listrik dapat dilakukan dengan lebih percaya diri. Selain lebih hemat energi, cara ini juga meningkatkan kenyamanan serta keselamatan selama berkendara.
About The Author

Tips Hemat Baterai Mobil Listrik untuk Perjalanan Jauh – Wawan
-2.jpg?download=false&resolution=HD&w=300&resize=300,300&ssl=1)