SERANG, Jobuzo – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), H. Endang Sudrajat, S.T., M.T., secara resmi menutup Pelatihan Urban Search and Rescue (Urban SAR/USAR) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Ahad (19–21 Juni 2026), di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Kota Serang.
Dalam sambutannya, Endang Sudrajat menegaskan bahwa pelatihan bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan langkah awal untuk meningkatkan kemampuan personel menuju standar tim USAR yang lebih tinggi. Ia berharap Tim USAR UAR mampu berkembang hingga mencapai klasifikasi minimal Medium Team sesuai standar International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).
“Pelatihan ini bukan tujuan akhir. Setelah kembali ke daerah masing-masing, seluruh personel harus terus meningkatkan kapasitas diri. Belajar bisa dilakukan melalui webinar, seminar, pelatihan lanjutan, maupun berbagai media pembelajaran daring. Kesiapsiagaan harus terus dijaga,” ujar Endang.
Ia mengingatkan, siklus kerja tim Urban SAR tidak berhenti pada pelaksanaan operasi penyelamatan. Setelah tahap kesiapsiagaan, mobilisasi, operasi, demobilisasi hingga pasca-operasi, personel harus kembali mempersiapkan diri melalui latihan fisik, peningkatan keterampilan teknis, serta pengembangan wawasan terkait berbagai disiplin ilmu Urban SAR.
Ketum UAR mendorong seluruh peserta untuk terus mendalami berbagai kemampuan teknis seperti Heavy Rescue (HART), Confined Space Search and Rescue (CSSR), Collapse Structure Rescue (CSR), Vehicle Accident Rescue (VAR), Medical First Responder (MFR), dan kompetensi pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam operasi penyelamatan perkotaan.
“Tujuan kita masih panjang dan jauh lebih besar dari pelatihan ini. Karena itu saya berharap seluruh personel tetap istiqamah, sabar menjalani proses, tidak mudah lelah dan tidak mudah putus asa. Dengan niat yang ikhlas, insya Allah Allah akan memudahkan langkah kita dalam menjalankan amanah kemanusiaan,” katanya.
Ketua Umum UAR menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UAR wilayah (Korwil), pengurus daerah (Korda), peserta pelatihan, serta Kantor SAR Banten yang telah memberikan dukungan dan kesempatan kepada UAR untuk melaksanakan pelatihan bersama instruktur Basarnas.
“Atas nama Pengurus Pusat UAR kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya Kantor SAR Banten beserta para instruktur yang telah membimbing peserta selama pelatihan berlangsung,” ujar Endang Sudrajat dilanjut dengan menutup kegiatan, ”Dengan ini Pelatihan USAR 19 – 21 Juni 2026 secara resmi ditutup.”
Sebelumnya, Sutrisno salah satu instruktur yang mewakili Kepala Kantor SAR Banten menyampaikan apresiasi kepada UAR atas semangat dan kesungguhan para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembelajaran terdapat sikap tegas dari para instruktur.

“Kami mewakili seluruh instruktur menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pembelajaran terdapat pendekatan yang dirasakan cukup keras. Semua itu dilakukan semata-mata demi keberhasilan peserta dan keselamatan saat melaksanakan operasi SAR di lapangan,” kata Sutrisno.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan dari instruktur Basarnas Banten, yakni Sutrisna, Reza, Vicky, dan Fauzan. Selain itu, Ketua Umum UAR juga memberikan materi tentang pengenalan Urban SAR dan klasifikasi INSARAG pada Sabtu malam.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi Urban SAR yang mengintegrasikan seluruh materi pelatihan. Dalam skenario latihan, digambarkan terjadi gempa bumi berkekuatan 8,4 magnitudo yang menyebabkan keruntuhan bangunan di sebuah kota. Tim UAR-10 mendapat tugas dari Basarnas untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang terjebak di bawah reruntuhan material seberat sekitar tiga ton.
Sebanyak 25 personel diterjunkan ke lokasi simulasi. Setelah melakukan koordinasi dengan aparat lingkungan setempat dan memberi pengertian kepada keluarga korban, tim melaksanakan operasi penyelamatan sesuai prosedur Urban SAR dan standar INSARAG.
Operasi diawali dengan pengumpulan informasi primer dan sekunder, penandaan lokasi menggunakan sistem INSARAG Marking, hingga pembukaan akses menuju titik korban melalui teknik pembobolan struktur bangunan yang runtuh. Setelah enam jam operasi, tim berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat meskipun mengalami cedera pada bagian leher dan kaki.
Keberhasilan simulasi tersebut menjadi bukti peningkatan kemampuan peserta dalam menerapkan prosedur Urban SAR secara terintegrasi, mulai dari asesmen, pencarian, akses, ekstrikasi hingga penanganan medis awal terhadap korban. [AM]
Ketua Umum UAR Tutup Pelatihan Urban SAR 2026, Personel Diminta Terus Tingkatkan Kapasitas