Jobuzo, Jakarta — Sobat Molis…. Nasib ribuan motor listrik yang sempat bikin heboh jagat media sosial akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan karena jumlahnya mencapai puluhan ribu unit, kini muncul usulan yang bikin publik mengangguk-angguk setuju: motor-motor tersebut bisa dihibahkan kepada guru honorer di berbagai daerah.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengungkapkan bahwa pihak Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempertimbangkan agar motor listrik yang sudah terlanjur dibeli menggunakan uang negara itu tidak berakhir menjadi “penghuni tetap gudang”.
“Kalau uang negara sudah keluar, masa motornya cuma jadi koleksi debu?” begitu kira-kira suara hati banyak netizen.
Menurut informasi yang berkembang, jumlah motor listrik tersebut mencapai lebih dari 21 ribu unit. Angka yang kalau dibariskan mungkin bisa bikin jalan tol terlihat seperti pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara.
Usulan ini pun langsung mengundang berbagai komentar. Banyak yang menilai langkah tersebut lebih masuk akal dibandingkan membiarkan kendaraan bernilai triliunan rupiah itu terparkir tanpa manfaat.
Bayangkan saja, guru honorer yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah bisa mendapatkan alat transportasi yang lebih hemat biaya operasional. Di sisi lain, negara juga tidak perlu melihat aset miliaran rupiah berubah fungsi menjadi dekorasi gudang.
Meski begitu, rencana hibah tersebut masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan final. Sejumlah proses administrasi dan koordinasi dengan berbagai pihak masih harus dilakukan sebelum motor-motor itu benar-benar berpindah tangan.
Di media sosial sendiri, topik ini langsung memancing berbagai komentar kreatif. Ada yang menyebut motor listrik tersebut sedang mengalami “alih profesi”, dari calon armada pendukung program makan bergizi menjadi kendaraan pengabdi pendidikan.
Ada pula yang bercanda bahwa motor-motor itu akhirnya mendapatkan “penempatan kerja baru” setelah sempat menganggur cukup lama.
Terlepas dari berbagai komentar kocak yang bermunculan, satu hal yang menjadi sorotan adalah bagaimana aset negara yang sudah terlanjur dibeli dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, motor listrik memang diciptakan untuk melaju di jalan, bukan untuk pensiun dini di dalam gudang.
Dan kalau benar nantinya sampai ke tangan para guru honorer, bisa jadi inilah salah satu plot twist paling menarik tahun ini: dari program makan bergizi, berbelok ke dunia pendidikan. Netizen pun tinggal menunggu satu pertanyaan besar berikutnya:
“Kapan kuncinya dibagikan?”
(Ant)
21 Ribu Motor Listrik BGN yang Sempat Bikin Heboh Akan Dibagikan kepada Guru Honorer
