Cianjur, Jobuzo – Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Produksi dan Pelatihan Packaging Pupuk Organik pada LKSA Al-Ummi, Cianjur, Jawa Barat”. Program ini masuk dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dan merupakan bagian dari hibah tahun anggaran 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan pelatihan teknologi produksi pupuk cair organik, desain kemasan dan labelling, serta teknik fotografi dan branding produk. Mitra juga diperkenalkan dengan mesin filler untuk efektivitas produksi dan mesin cetak stiker untuk kemasan yang lebih profesional.
Tim dosen Universitas Mercu Buana yang menjadi narasumber adalah:
• Eko Tama Putra Saratian, SE., MM. – pemanfaatan teknologi produksi.
• Dr. Eri Marlapa, SE., MM. – desain kemasan dan labelling.
• Wiyanto Hidayatullah, S.I.Kom., M.I.Kom. – fotografi produk dan logo berbasis AI.
Mahasiswa UMB turut mendampingi praktik lapangan, mulai dari pengoperasian mesin hingga promosi digital. Program berlangsung dalam tiga tahap: survei persiapan pada 8 Agustus 2025, pelatihan utama pada 28 Agustus 2025 di LKSA Al-Ummi, Cianjur, dan setelahnya dilanjutkan dengan proses monitoring dan evaluasi.
Produk pupuk organik yang dihasilkan mitra selama ini masih manual dan belum memiliki kemasan layak jual. Dengan pelatihan ini, produk diharapkan lebih higienis, menarik, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing di pasar. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga ingin memastikan bahwa mitra memiliki keterampilan manajerial dan hasil produksi yang optimal dan bisa diterima oleh masyarakat luas,” ujar Eko Tama Putra Saratian, SE., MM., dosen Universitas Mercu Buana. “Kemasan adalah wajah pertama produk. Dengan desain yang baik, pupuk organik ini akan lebih menarik dan memiliki nilai tambah di pasar,” tambah Dr. Eri Marlapa, SE., MM.
Sementara itu, Wiyanto Hidayatullah, S.I.Kom., M.I.Kom. menekankan pentingnya dokumentasi visual: “Foto produk yang bagus bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Kami juga memperkenalkan design berbasis AI agar mitra siap menghadapi era digital.”
Dari sisi mahasiswa pendamping menuturkan: “Kami senang bisa belajar langsung bersama masyarakat. Ini pengalaman berharga untuk menghubungkan ilmu kampus dengan kebutuhan nyata.” Pihak LKSA Al-Ummi juga menyambut baik program ini. “Hibah ini sangat berarti bagi kami. Kami yakin produk pupuk ini bisa berkembang lebih luas,” ungkap Iwan Setiawan SE., pengurus LKSA Al-Ummi.
LKSA Al-Ummi mampu memproduksi pupuk organik dengan lebih optimal dan sesuai standar pasar, serta mengemasnya secara profesional. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Universitas Mercu Buana Dorong Pemberdayaan LKSA Al-Ummi Cianjur melalui Optimalisasi Produksi dan Branding Pupuk Organik
