Jakarta, Jobuzo – Di tengah padatnya permukiman Jakarta, ruang sempit yang sering kali dibiarkan kosong kini berhasil disulap menjadi kebun produktif. Warga RT 004 RW 02 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, bersama tim dosen dan mahasiswa perguruan tinggi, berhasil mengubah lahan terbengkalai menjadi kebun sayur vertikal berbasis hydrofarming.
Program bertajuk Aktivasi Ruang Liminal Produktif melalui Edible Hydrofarm Vertikal ini awalnya digagas untuk menjawab masalah keterbatasan lahan hijau di perkotaan. Alih-alih menjadi tempat sampah atau sarang nyamuk, area sempit di antara rumah kini dipenuhi bayam, kangkung, cabai, dan rempah yang tumbuh subur. “Ruang yang tadinya tak terurus kini bisa memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Mona Anggiani, ketua tim sekaligus dosen Arsitektur.
Prosesnya dimulai dengan sosialisasi kepada warga, terutama ibu-ibu PKK. Mereka diberi pemahaman mengenai potensi ruang liminal dan diajak berdiskusi soal desain kebun hingga jenis tanaman. Setelah itu, pelatihan teknis bercocok tanam dilakukan, meliputi cara penyiraman, pemupukan, hingga panen. Warga kemudian bergotong royong bersama mahasiswa merakit modul vertikal dan menanam bibit. Hasilnya, beberapa minggu kemudian, kebun hijau pun siap dipanen.

Manfaat kebun ini terasa di banyak sisi. Dari aspek pangan, warga kini bisa memenuhi kebutuhan sayur tanpa harus selalu membeli di pasar. Dari sisi sosial, kebun vertikal menjadi ruang interaksi baru; warga berkumpul sambil merawat tanaman dan mempererat kebersamaan. Dari sisi lingkungan, kawasan yang tadinya terbengkalai, kini berubah menjadi lahan produktif yang menghasilkan sayuran.
Evaluasi program menunjukkan hasil positif. Kesadaran warga untuk memanfaatkan ruang kosong meningkat hingga 60 persen, sementara keinginan melanjutkan program di masa depan mencapai 69 persen. Meski masih ada tantangan dalam hal pemasaran, tim pengabdian memberikan pendampingan, termasuk strategi promosi melalui media sosial dan bazar warga.
Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui pendanaan tahun 2025. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat membuktikan bahwa kegiatan pengabdian bisa melahirkan solusi nyata bagi perkotaan. Warga berharap kebun vertikal ini bisa diperluas ke wilayah lain, sehingga setiap RT di Jakarta memiliki ruang hijau produktif yang menyehatkan, hemat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan kota. (Dr. Mona Anggiani, S.T., M.T.)
Dari Ruang Tak Produktif Jadi Kebun Sayur Vertikal, Warga Palmerah Panen Hijau di Tengah Kota
