BOGOR, Jobuzo – Dalam rangkaian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025, Selasa 25 November Aqsa Working Group (AWG) menggelar Tabligh Akbar Peringatan Pembebasan Baitul Maqdis Pertama oleh Umat Islam (Khalifah Umar bin Khatthab) di Masjid At-Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Ratusan masyarakat terdiri para tokoh dan ulama Jabodetabek-Banten, akademisi, para santri hingga relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menghadiri acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini. Mereka sangat antusias mengikuti tabligh Akbar yang menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, pakar kajian Baitul Maqdis.
Dalam ceramah memperingati pembebasan Baitul Maqdis pertama kali, 1431 tahun (hijriyah) lalu oleh Khalifah Umar Bin Khattab ini, Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi menyeru umat Islam untuk menghidupkan empat pilar budaya Baitul Maqdis sebagai bagian dari upaya berjama’ah menuju pembebasan Masjidil Al-Aqsa dan kawasan Baitul Maqdis.
Menurut Prof. El-Awaisi, empat pilar itu merupakan tradisi yang diwariskan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat untuk menjaga kesadaran umat terhadap kesucian Al-Aqsa.
Pertama, menghidupkan kembali “Baitul Maqdis” sebagai istilah asli dalam Islam.
“Gunakan istilah kita, bukan istilah warisan penjajah atau pihak yang memusuhi Islam. Istilah paling mulia dan paling umum adalah Baitul Maqdis. Hidupkan ia di forum resmi, diskusi, dan ruang keluarga,” tegasnya.
Kedua, menyebarkan optimisme tentang dekatnya pembebasan Baitul Maqdis, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Menurutnya, tanda-tanda pembebasan semakin jelas.
“Pembebasan Al-Aqsa akan terjadi pada generasi kita, insyaAllah,” ujarnya disambut takbir dan pekik “Al Aqsa Haqquna” para peserta.
Ketiga, membiasakan membaca Surah Al-Isra setiap malam, terutama sebelum tidur, untuk menjaga kedekatan spiritual dengan Al-Aqsa. Surah yang mengabadikan peristiwa Isra’ Mi’raj itu, katanya, menjadi pengingat akan janji Allah tentang pembebasan bagi hamba yang beriman dan berjuang.
Keempat, menghidupkan pembicaraan tentang pembebasan Baitul Maqdis di berbagai momen seperti dalam kajian, pertemuan keluarga, perjalanan, hingga aktivitas sehari-hari.
Ia mencontohkan ungkapan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:
“InsyaAllah kita akan berbuka dan sahur di Masjidil Aqsa dalam keadaan terbebas.”
Demikian pula saat Idul Fitri dan Idul Adha setelah mengucapkan Taqqabballallahu minna waminkum ditambahkan ucapan, “InsyaAllah kita akan shalat Id di Masjidil Aqsa dalam keadaan merdeka.”
Prof. El-Awaisi meyakini bahwa kebangkitan kesadaran umat diperkuat dengan budaya Baitul Maqdis akan mempercepat upaya umat Islam dalam mengembalikan kemerdekaan Al-Aqsa. Ia menegaskan, penguatan budaya ini adalah bagian dari jihad kesadaran yang harus terus dirawat dan diwariskan.
Tabligh Akbar BSP 2025 ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina dan kemerdekaan Masjidil Aqsa oleh Pembina Utama AWG sekaligus Pembina Pondok Pesantren Al-Fatah Imaam Yakhsyallah Mansur. Sebelum memanjatkan doa, ia menyampaikan sedikit evaluasi yang disampaikan Prof. El-Awaisi dan hadirin yang dapat menjawab pertanyaan mendapat hadiah buku karya beliau.
Menurut Sekjen AWG Yusuf Maulana, Prof. El-Awai Rabu (26/11) malam juga mengisi kajian yang sama di Masjid Darussalam Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kegiatan lain yang digelar di Masjid tersebut adalah Expo Palestina, Virtual Reality (VR) Palestina (By Hayat Yolu) dan Bazzar Merchandise Palestina,

Bakti Sosial Kementerian Kesehatan
Sebelumnya di Kampus STAI dan RA Al-Fatah, masih dalam komplek Pesantren, pukul 07.30 hingga 14.00 berlangsung kegiatan Bakti Sosial “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” oleh Kementerian Kesehatan dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61.
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan warga Pesantren Al-Fatah dan masyarakat sekitar itu, petugas kesehatan menyediakan layanan gratis antara lain pengobatan umum (cek gula darah dan kolesterol), donor darah, khitan, cek paru-paru, dan pemeriksaan kesehatan mata. Selain itu, pada kesempatan yang sama ratusan warga juga antusias mengikuti sosialisasi bahaya rokok dan narkoba oleh petugas dari Kementerian Kesehatan.
“Alhamdulillah Pesantren Al-Fatah tahun ini terpilih menjadi tempat pelaksanaan Peringatan Hari Kesehatan Nasional. Kami sangat berterima kasih kepada Kemenkes yang telah memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga pesantren dan masyarakat sekitar,” kata Mudir Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Ust. Adnan Fairus.
Bakti Sosial kesehatan ini menjadi momentum penguatan edukasi pentingnya menjaga kesehatan khususnya bagi para generasi muda (santri) yang menjadi harapan masa depan bangsa. [am]
Tabligh Akbar BSP 2025: Hidupkan Budaya Baitul Maqdis
