ACEH TAMIANG, Jobuzo — Semangat kemanusiaan terus ditunjukkan Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) dalam membantu pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga Minggu (28/12/2025), para relawan masih aktif melakukan pembersihan lumpur di fasilitas ibadah dan pendidikan, sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak.
Pada Sabtu (27/12/2025), Tim 1 UAR melanjutkan pembersihan Meunasah Asy-Syuara di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Rantau. Fokus kegiatan meliputi normalisasi air bersih, pembersihan lumpur, serta pemasangan sarana pendukung masjid.
Dalam kegiatan tersebut, relawan berhasil menyelesaikan pemasangan pompa air dan tower air guna mendukung kebutuhan air bersih jamaah. Adapun pekerjaan yang masih tersisa adalah pencucian karpet masjid yang terdampak lumpur.
Sementara itu, Tim 2 UAR bergerak di Pondok Pesantren Misbahur Rasyad Al Aziziyah Boarding School, Desa Benua Raja. Pada hari yang sama, relawan membersihkan lumpur setebal kurang lebih 30 sentimeter yang mengendap di ruang asrama muslimin. Berkat kerja keras tim, dua ruang asrama berhasil dibersihkan sehingga mulai dapat difungsikan kembali.
Kegiatan berlanjut pada Ahad (28/12/2025). Tim 2 kembali melanjutkan pembersihan di lingkungan pesantren, khususnya ruang asrama santri. Selain membersihkan sisa lumpur, relawan juga membersihkan lemari pakaian santri yang sebelumnya tertimbun material banjir.
“Kemudian membersihkan toilet santri muslimat, pemberian obat penjernih air sumur, melanjutkan pencucian karpet Meunasah, dan penyemprotan dinding mushola muslimat dengan air steam,” kata Edy Wahyudi salah satu relawan dalam keterangannya.
Berbagai peralatan manual seperti gerobak sorong, sekop, cangkul, dan pengering karet digunakan untuk mempercepat proses pembersihan. Spanduk “Penyediaan Air Bersih” Kerja sama Ukhuwah Al-Fatah Rescue Dengan Masjid Al-Ikhwan Paya Bedi, juga sudah dipersiapkan relawan.
“Bencana banjir bukan hanya meninggalkan air, tapi juga lumpur yang sangat tebal hingga lantai dua asrama muslimat. Alhamdulillah kami sudah bisa membersihkan dua ruangan pondok pesantren. Semoga ini bisa membantu para santri untuk bisa sekolah kembali,” tambah Santoso dalam vidio laporan giat relawan UAR hari ini.
Layanan Kesehatan
Tak hanya fokus pada pemulihan fisik bangunan, UAR juga menghadirkan layanan kesehatan dan terapi tradisional bagi warga. Tim Terapis UAR membuka pelayanan bekam, ru’yah syar’iyah, topung, pijat tradisional, dan refleksi di Masjid Nurul Huda, Perumahan Paya Bedi, Kecamatan Rantau.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut melayani sekitar 30 pasien, terdiri dari 20 muslimin dan 12 muslimat, dengan keluhan antara lain kelelahan, pegal-pegal, badan terasa berat, stroke, hingga diabetes.
Di sela kegiatan kemanusiaan, relawan UAR juga menguatkan sisi spiritual masyarakat melalui dakwah dan silaturahmi, di antaranya kuliah subuh bersama Ustadz Hayatdin di Masjid Al-Ikhwan serta ta’aruf dengan jamaah Masjid Nurul Huda.
Berdasarkan Situation Report (Sitrep) relawan, Masjid Al-Ikhwan di Desa Paya Bedi ditetapkan sebagai posko utama kegiatan UAR. Seluruh aktivitas relawan dikoordinasikan dari lokasi tersebut, dengan dukungan sarana transportasi pinjaman untuk menjangkau titik-titik terdampak.
Aksi kemanusiaan UAR di Aceh Tamiang ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah, sekaligus menegaskan komitmen UAR untuk hadir tidak hanya dalam evakuasi darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan fisik (rehabrekon), kesehatan, dan spiritual masyarakat pascabencana. [am]
Relawan UAR Terus Bergerak, Bersihkan Ponpes, Masjid, dan Layani Kesehatan Warga Terdampak Banjir