LANGKAT, Jobuzo – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A., mengunjungi Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang tengah melaksanakan misi kemanusiaan membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025).
Dalam perjalanan menuju Aceh, Imaamul Muslimin yang didampingi Taufik Ismail, staf Maktab Am, terlebih dahulu singgah di Pondok Pesantren Al-Fatah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekitar pukul 10.30 WIB. Rombongan tiba setelah menempuh perjalanan udara dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.
“Sekitar pukul 10.30 WIB Imaamul dan Mas Ismail sampai di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat,” ujar Hayatdien, Ketua Tim Relawan UAR yang sedang beramal sholih di Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025).
Pondok Pesantren Al-Fatah Tanjung Pura yang juga difungsikan sebagai posko Tim UAR menjadi tempat persinggahan Imaamul Muslimin. Di lokasi tersebut, beliau disambut oleh para relawan UAR yang bertugas di Langkat maupun relawan yang datang dari Posko Aceh.
Bertempat di Masjid Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah, Imaamul Muslimin menyampaikan nasihat dan arahan kepada para relawan UAR serta ikhwan dan akhwat yang bermukim di lingkungan pesantren. Dalam penyampaiannya, Imaamul Muslimin menekankan pentingnya kepekaan iman dan rasa cinta terhadap sesama saudara yang sedang tertimpa musibah.
“Sebagai bentuk cinta kepada sesama saudara, kita harus ikut merasakan duka dan penderitaan mereka yang tertimpa musibah,” ujar Imaam Yakhsyallah di hadapan puluhan ikhwan dan akhwat yang telah kembali dari pengungsian saat banjir melanda wilayah tempat tinggal mereka akhir november lalu.
Imaamul Muslimin menjelaskan bahwa secara bahasa, musibah berarti sesuatu yang menimpa atau mengenai, sementara secara istilah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun, dalam pandangan iman, musibah memiliki hikmah dan makna yang dalam.
Beliau kemudian mengutip Surat Al-Baqarah ayat 155–157, yang menjelaskan bahwa Allah akan menguji manusia dengan berbagai bentuk ujian, seperti rasa takut, kelaparan, berkurangnya harta, jiwa, dan buah-buahan.
Dalam pemaparannya, Pembina Utama UAR itu menguraikan bahwa musibah memiliki tiga bentuk utama. Pertama, bala atau ujian yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai. Kedua, tadzkiroh, yakni peringatan dari Allah agar manusia kembali memperbaiki diri sebagai tanda kasih sayang-Nya. Ketiga, azab, yang diturunkan kepada orang-orang yang telah diberi peringatan namun enggan bertaubat.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan tuntunan Allah terhadap orang-orang yang tertimpa musibah, di antaranya dengan saling menghibur dan menggembirakan (takziah), mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”, serta memperbanyak doa agar Allah menggantikan musibah dengan keadaan yang lebih baik, sebagaimana doa: “Allahumma’jurni fi musibati wa akhlif li khairan minha.”
Imaamul Muslimin menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar atas musibah akan mendapatkan shalawat, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. “Rahmat Allah akan lebih luas diraih saat kita hidup berjamaah, serta Allah akan memberikan petunjuk dan jalan keluar bagi hamba-Nya,” tuturnya.
Beliau juga menegaskan bahwa musibah memiliki tiga karakter utama, yaitu bersifat sulit, pasti akan terjadi, dan seberat apa pun musibah tersebut tetap berada dalam batas kemampuan manusia untuk menghadapinya, karena Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kesanggupannya, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 286.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima donasi uang sebesar Rp 5.000.000,- dari seorang warga kepada Tim UAR untuk disalurkan kepada para korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera disaksikan Imaam dan para ikhwan-akhwat yang hadir di Masjid.
Usai menunaikan shalat Dhuhur berjamaah di Masjid, Imaamul Muslimin melanjutkan perjalanan menuju Aceh Tamiang bersama Wali Sumut/Aceh Ust. Rustam Efendi, Kader Munir, serta sejumlah personel UAR lain dengan menggunakan kendaraan darat. Menurut rencana, Pembina Utama UAR akan langsung meninjau ke pos-pos amal sholih para relawan sebelum menuju Posko Utama Ukhuwah Al-Fatah Rescue.
Kunjungan ini menjadi dorongan moral, spiritual dan semangat juang bagi para relawan UAR agar tetap istiqamah dalam melaksanakan misi kemanusiaan, beramal shalih dan dakwah di medan bencana. [am]
Imaamul Muslimin Kunjungi Relawan UAR di Aceh, Teguhkan Semangat Juang