Jobuzo – Xiaomi memang punya kebiasaan untuk selalu kasih upgrade menarik buat para ‘kaum mendang-mending’ yang mentingin spek. Redmi Note 15 Pro+ misalnya, prosesor yang dipakainya sudah jenis yang baru, naik dari sebelumnya yang pakai Snapdragon 7s Gen 3.
Redmi Note 15 Pro+ ditenagai Snapdragon 7s Gen 4. Dibandingkan Redmi Note 14 Pro+, perbedaannya terletak pada prime-core Cortex A720 yang naik 0,2 GHz menjadi 2,7 GHz. Sisanya, pada performance-core masih Cortex A720 pada kecepatan 2,4 GHz dan efficiency-core Cortex A520 yang tetap 1,8 GHz.

Chip ini disandingkan dengan RAM LPDDR4X 12 GB dan ruang penyimpanan UFS 2.2 yang sudah 512 GB. Jenisnya memang belum sekencang LPDDR5 atau LPDDR5X, maupun UFS 3.1. Tapi, dengan kapasitas penyimpanan 512 GB, kasih ruang memori yang lebih leluasa buat pengguna, ketimbang hanya 256 GB apalagi 128 GB.
Baca Juga :

Pertanyaannya sekarang, dengan jenis chipset yang baru, sekencang apa Redmi Note 15 Pro+? Kami sudah melakukan beberapa tes benchmark, jadi berikut hasil dan analisa lengkapnya.
Benchmark Redmi Note 15 Pro+
Beberapa pengujian kami lakukan, dari AnTuTu Benchmark, 3DMark, sampai Geekbench 6. Berikut hasil lengkapnya:
- AnTuTu Benchmark v11: 1.048.092 poin
- Geekbench 6 CPU: 1.239 poin (single-core) dan 3.226 poin (multi-core)
- Geekbench 6 GPU: 3.602 poin
- 3DMark Wild Life Stress Test: 4.237 poin (best loop), 2.446 poin (lowest loop), stability: 57,7 persen, frame rate: 9-33 FPS
Redmi Note 15 Pro+ berhasil menembus skor di atas 1 juta poin di AnTuTu Benchmark v11. Angka ini terbilang sudah tinggi, meski tertinggal cukup jauh ketimbang smartphone lainnya yang diotaki Snapdragon 7 Gen 4. Namun, terlihat dari catatan aplikasi, manajemen suhunya cukup oke sepanjang pengujian, dimana hanya tercatat naik 2,4 derajat Celcius saja.
Di Geekbench 6, chipset anyar ini mampu menorehkan skor single-core 1.239 poin dan multi-core 3.226 poin. Sedangkan untuk urusan olah grafis yang diuji lewat Geekbench GPU OpenCL, skor yang diraih mencapai 3.602 poin.

Dari angka-angka ini, setidaknya memastikan performa Redmi Note 15 Pro+ tetap gesit dan bisa diandalkan untuk kebutuhan multitasking harian maupun menjalankan aplikasi berat.
Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan saat kami menyiksanya lewat 3DMark Wild Life Stress Test. Meski mampu mencatatkan skor tertinggi yang impresif di angka 4.237 poin, performanya tidak sepenuhnya konsisten.
Terlihat dari grafik pengujian, performa mulai drop secara signifikan pada loop ke-16 hingga akhir, membuat skor terendahnya anjlok ke 2.446.
Baca Juga :


Alhasil, tingkat kestabilannya hanya berada di angka 57,7 persen. Ini mengindikasikan bahwa sistem melakukan pembatasan performa atau throttling untuk menjaga suhu tetap aman saat dipaksa bekerja ekstrem dalam durasi lama, seperti saat terus-menerus push rank game berat berjam-jam.
Terlihat juga kenaikan suhunya yang melonjak 9 derajat Celcius selama pengujian berlangsung, serta rata-rata frame rate yang berada di titik terendah 9 FPS dan tertinggi 33 FPS.
Spesifikasi Redmi Note 15 Pro+
Redmi Note 15 Pro+ bawa layar OLED seluas 6,83 inci yang lebih besar dari sebelumnya. Layarnya sudah beresolusi 1.280 x 2.772 piksel, serta dukung konten-konten HDR dan memiliki fitur Dolby Vision.
Sementara buat gamer, layarnya mendukung refresh rate 120Hz. Di atasnya, diberikan lapisan Gorilla Glass Victus 2 yang lebih tahan gores.
Bicara soal daya, performanya turut disokong oleh baterai yang kapasitasnya lebih besar, yakni 6.500 mAh. Lebih besar dari sebelumnya, tapi kemampuan fast charging-nya justru menurun ke 100W.
Baca Juga :


Di bagian kamera, Xiaomi membuang kamera makro 2 MP di seri ini. Sekarang hanya ada dua kamera saja, yakni kamera utama 200 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8 MP. Di depan, ada kamera selfie 32 MP yang lebih baik dari sebelumnya.
Redmi Note 15 Pro+ juga sudah berjalan di HyperOS 2 berbasis Android 15. Xiaomi menjanjikan jaminan update OS sampai 4 kali dan patch keamanan selama 6 tahun.
Menguji Redmi Note 15 Pro+, Sekencang Apa HP Harga Rp6 Jutaan Ini?