Jakarta, Jobuzo – Sebanyak 1.083 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendapat pembekalan sebelum diterjunkan ke 29 desa di Kabupaten Gresik dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Genap 2025/2026.
Pembekalan yang digelar pada Sabtu (16/5/2026) itu mengusung tema *“Membangun Ketahanan Masyarakat: Meningkatkan Kemandirian, Kesiapsiagaan, serta Adaptasi dengan Perubahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan”*.
Program KKN tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6-17 Juli 2026 usai pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di Kecamatan Sidayu dan Bungah, Kabupaten Gresik.
Sebanyak 14 desa berada di Kecamatan Sidayu, sementara 15 desa lainnya berada di Kecamatan Bungah. Untuk mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum turun langsung ke masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya menjadwalkan enam kali sesi pembekalan.
Peserta KKN berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Untag Surabaya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 238 mahasiswa, disusul Fakultas Psikologi sebanyak 235 mahasiswa dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 207 mahasiswa.
Selain itu, Fakultas Teknik (FT) mengirimkan 181 mahasiswa, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) 130 mahasiswa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 47 mahasiswa, Fakultas Hukum (FH) 26 mahasiswa, serta Program Vokasi sebanyak 19 mahasiswa.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara adaptif dan kolaboratif.
Sementara itu, Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiyati, M.M., meminta mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat setempat selama pelaksanaan KKN.
“Kalian harus bisa beradaptasi, masyarakat di sana membutuhkan apa, di situlah skill kalian dibutuhkan dalam bentuk program kerja yang sudah ditugaskan LPPM disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di tengah masyarakat.
Dalam pembekalan tersebut, materi pertama disampaikan Dyah Puspitasari, S.Sosio., M.Si., terkait “Patriotisme dalam Ruang Praktik”. Ia mengajak mahasiswa memaknai patriotisme melalui kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.
“Patriotisme tidak hanya soal cinta tanah air atau perjuangan fisik semata, tetapi juga bagaimana kita bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara dalam mengisi kemerdekaan,” katanya.
Dyah juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan etika selama menjalankan program KKN.
“Dalam lingkup KKN, utamakan adab dan etika, itu merupakan bentuk partisipatif yang dapat dilakukan,” imbuhnya.
Selain itu, mahasiswa juga mendapat materi pencegahan penyalahgunaan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur yang disampaikan oleh Suyud Puguh Sunoto, S.Psi., M.Si. Materi tersebut membahas bahaya narkotika sekaligus peran mahasiswa sebagai agen edukasi di masyarakat.
Pembekalan ditutup dengan materi pemberdayaan masyarakat dan pembagian kelompok KKN oleh Dheny Jatmiko, S.Hum., M.A. Melalui rangkaian pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program kerja yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
Ribuan Mahasiswa Untag Surabaya Diterjunkan KKN ke 29 Desa di Gresik