Jobuzo – Insiden kecelakaan yang terjadi pada Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 menjadi duka mendalam bagi dunia balap nasional. Peristiwa tersebut menimpa almarhum Awhin Sanjaya saat jalannya perlombaan berlangsung dalam tensi tinggi khas ajang balap.
- About The Author
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, kejadian itu dinyatakan sebagai murni racing accident yang terjadi dalam konteks olahraga dengan risiko tinggi, tanpa adanya unsur kesengajaan maupun pelanggaran personal dari pihak pembalap.
Hasil penelaahan tim investigasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari panitia penyelenggara, pengawas perlombaan, steward, hingga pihak teknis, menyimpulkan bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari dinamika kompetisi balap yang kompetitif.

Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event.
Dunia balap memang sarat risiko, namun standar pengamanan dan pengawasan tetap wajib dijalankan secara ketat sesuai regulasi yang berlaku.
Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, menegaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya akan meningkatkan standar safety secara lebih komprehensif di seluruh kejuaraan yang berada di bawah naungan IMI.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan demi memperkuat sistem pengamanan, mulai dari regulasi teknis, kesiapan sirkuit, hingga perlengkapan keselamatan pembalap.
Langkah ini diharapkan menjadi komitmen nyata agar setiap event balap ke depan dapat berjalan lebih aman, profesional, dan bertanggung jawab.
About The Author

IMI Merilis Hasil Investigasi Insiden Grand Final SCP 2025, Yuk Simak! – Setiaji
