ACEH, Jobuzo – Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, relawan UAR juga terjun langsung melakukan aksi pembersihan fasilitas ibadah dan rumah warga yang terdampak lumpur banjir.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, 15 relawan UAR melaksanakan kegiatan pembersihan Mushola At-Taqwa yang berada di Dusun Karya, Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau. Mushola tersebut sempat terendam banjir sehingga lumpur dan sisa material banjir mengendap di area dalam dan sekitar bangunan. Dengan peralatan sederhana, relawan membersihkan lantai, dinding, serta lingkungan mushola agar kembali dapat digunakan masyarakat untuk beribadah dengan nyaman.
Sementara itu di Kota Padang, Sumatera Barat, relawan UAR melakukan aksi kemanusiaan di kawasan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo. Di wilayah ini, tim relawan membersihkan jalan lingkungan serta rumah seorang janda lanjut usia yang terdampak banjir. Endapan lumpur yang cukup tebal di dalam rumah membuat aktivitas penghuni terganggu, sehingga kehadiran relawan UAR sangat membantu percepatan pemulihan kondisi hunian.
Koordinator lapangan UAR menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari respon tanggap darurat dan pemulihan awal pascabencana, dengan menitikberatkan pada bantuan langsung yang menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat.

“Selain membantu evakuasi dan distribusi bantuan, kami berupaya hadir langsung di tengah warga untuk membantu membersihkan rumah ibadah dan rumah warga, khususnya kelompok rentan,” ujar salah satu relawan di lokasi kegiatan.
Untuk mendukung operasi kemanusiaan di Sumatera Barat, UAR menyiapkan sebanyak 16 personel yang ditempatkan di Posko Utama UAR Masjid Raya Nurul Hasanah Kelurahan Korong gadang, Kecamatan Kuranji, Padang. Personel ini disiagakan untuk merespons kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak banjir di berbagai titik.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat mengimbau para relawan baik yang di Aceh maupun Padang agar dalam melaksanakan tugas memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehiungga pelaksanaan opsar berjalan lancar.
“Mohon kepada tim SAR UAR di Padang dan Aceh Tamiang dalam operasi di lapangan K3nya diperhatikan. Gunakan APD lengkap, helmet, sarung tangan, sepatu booth, masker dan kacamata sefty,” kata Endang Sudrajat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/12).
Bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat ulah tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh sejak 24 November lalu sendiritelah mengakibatkan sedikitnya 1.053 jiwa meninggal dunia. Dalam jumpa pers, Selasa (16/12) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari juga mengungkapkan sebanyak 200 orang masih dalam pencarian dan sedikitnya 600 warga mengungsi.
UAR menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam membantu proses pemulihan pascabencana, sekaligus menguatkan nilai kepedulian dan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah) di tengah musibah. [am]
Relawan UAR Bersihkan Mushola dan Permukiman Warga Terdampak Banjir di Aceh dan Padang