Sabtu siang, 14 Maret 2026, Makassar terasa begitu terik. Jarum jam menunjukkan pukul tiga sore, waktu di mana rasa haus sedang mencapai puncaknya bagi kami yang menjalankan ibadah puasa. Namun, rasa kantuk dan dahaga mendadak hilang saat saya dan Aziz memasuki Vivo Store Shop di Jl. Veteran Selatan, Pabaeng-baeng. Suasana outdoor sangat kontras dengan cuaca di jalan; rindang karena banyak pepohonan, sejuk, ramai, dan penuh energi.
Saya beruntung bisa hadir di acara “Vivo V70 Workshop Photography”. Sebagai penikmat fotografi smartphone, saya merasa acara ini sangat relevan. Tren fotografi menggunakan ponsel terus meledak.
Ponsel kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana utama mengabadikan momen, mengekspresikan diri, dan berbagi pengalaman estetis di media sosial
Vivo menangkap peluang ini dengan meluncurkan vivo V70 Series di Indonesia: terdiri dari vivo V70 (12GB+256GB) dan vivo V70 FE (mulai 8GB+256GB). Kedua model ini berfokus pada kemampuan portrait photography.
Di acara ini, Vivo menggandeng komunitas fotografer dan traveler lokal Makassar untuk membuktikan bahwa jepretan memukau sekelas kamera profesional kini bisa diwujudkan hanya melalui genggaman ponsel pintar.
Shandi yang Energetik (Hingga Hampir Habis Suara)
Sesi utama dibuka oleh Lindar, perwakilan dari Vivo. Beliau menjelaskan bahwa acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya komunitas fotografer Makassar. Melalui kegiatan ini, Vivo ingin membuktikan bahwa menghasilkan karya foto profesional tidak melulu harus menggunakan kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) atau kamera profesional lainnya, melainkan bisa dimaksimalkan melalui perangkat smartphone.
Workshop pun diambil alih oleh sang pemateri utama: Shandi Hadi Saputra. Shandi adalah sosok yang sangat kompeten, Ketua Komunitas Instanusantara Makassar dan pemenang berbagai penghargaan fotografi seluler, termasuk Vivo Imagine 2025 & OPPO Photography Awards 2025.
Awalnya, Shandi membawakan materi dengan sangat energetik. Ia membagikan teknik dasar fotografi hingga tips dan trik menghasilkan karya foto ciamik bagi para pemula. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari aktifnya peserta menjawab quiz yang berlangsung setelah pemaparan materi. Namun, kombinasi materi yang padat dan kondisi berpuasa mulai terlihat. Di sesi kuis, Shandi hampir kehabisan suara. Ia pun meminta kami, sekitar 40 peserta yang hadir, untuk membaca sendiri pertanyaan kuis berhadiah di layar. Momen ini justru membuat suasana menjadi lebih akrab dan santai. 🙂
Berikut ini adalah rangkuman materi berharga yang disampaikan Shandi mengenai bagaimana memaksimalkan fitur Vivo V70 FE untuk menghasilkan travel portrait yang profesional. Kalau tidak lengkap ya maaf, lain kali datang sendiri ke eventnya hehehe.
Filosofi Travel Portrait yang Baik
Sebelum masuk ke teknis, Shandi menekankan tiga pilar utama untuk mendefinisikan hasil foto liburan yang berkualitas:
- Lokasi Mudah Dikenali: Foto harus mampu menunjukkan identitas tempat. Ini bisa dicapai melalui landmark terkenal, keunikan arsitektur perkotaan, maupun lanskap alam yang khas dengan warna vivid atau pemandangan langka.
- Objek Mudah Diketahui: Subjek utama foto harus menjadi titik fokus yang jelas. Pastikan subjek tidak terganggu oleh elemen latar belakang yang berantakan.
- Good Vibes!: Foto harus memiliki estetika yang menarik, memberikan kesan emosional yang positif, dan menceritakan suasana saat itu.
Memaksimalkan Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)
Kekuatan utama fotografi pada perangkat Vivo V70 FE terletak pada konfigurasi kameranya:
- Kamera Utama 200MP OIS AF: Menggunakan sensor ISOCELL HP5 (ukuran 1/1.56 inci) dengan bukaan f/1.88. Kamera ini mendukung fitur Optical Image Stabilization (OIS) untuk hasil foto yang stabil dan tajam.
- Lensa Ultra Wide-Angle 8MP: Memiliki bidang pandang (FoV) luas 120 derajat (f/2.2), ideal untuk menangkap lanskap atau arsitektur besar.
- Aura Light: Fitur pencahayaan eksklusif untuk memberikan efek cahaya yang lebih natural dan lembut dibandingkan flash biasa.
- Multifocal Length: Mendukung berbagai jarak fokus standar industri fotografi: 23mm, 35mm, 50mm, dan 85mm.
- Telephoto Zoom: Kemampuan pembesaran hingga 30x Zoom.
Fitur Unggulan Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)
V70 FE memposisikan AI sebagai solusi atas kendala-kendala teknis di lapangan. Ini adalah kunci bagi fotografer amatir untuk mendapatkan hasil layaknya profesional.
- AI Travel Portrait: Solusi untuk masalah cuaca atau waktu pemotretan yang kurang ideal. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah suasana langit atau pencahayaan secara digital agar foto tetap terlihat “estetik”.
- Multifocal Portrait (Khususnya 85mm): Menghasilkan foto potret jarak dekat (close-up) dengan efek bokeh yang rapi.
- AI Retouch: Memberikan kontrol lebih terhadap situasi yang tidak terduga, seperti memperbaiki detail wajah secara natural atau merapikan elemen foto.
- AI Telephoto Enhance: Meningkatkan kualitas ketajaman gambar saat melakukan zoom jarak jauh, sehingga detail tetap terjaga meskipun objek berada sangat jauh.
- Film Camera Mode: Menyediakan filter dan karakteristik warna ala kamera film klasik untuk memberikan nuansa artistik yang berbeda.

Panduan Praktis dan Tips & Trik
Shandi juga memberikan arahan teknis praktis untuk penggunaan sehari-hari:
- Penggunaan Zoom untuk Promosi: Sangat direkomendasikan untuk membandingkan hasil foto 1x dan 30x. Zoom 30x digunakan untuk menangkap detail mikro yang tidak terlihat oleh mata dari jarak jauh (namun tidak disarankan untuk memotret manusia pada jarak zoom ekstrem ini).
- Variasi Perspektif: Memanfaatkan lensa Ultra Wide (0.6x) untuk kesan megah dan lensa Telephoto untuk mengisolasi objek dari keramaian.
- Menghadapi Kendala: Jika situasi di lokasi tidak mendukung (misal terlalu ramai atau cuaca mendung), penggunaan fitur AI Portrait menjadi kunci untuk menyelamatkan hasil foto.
Hunting Foto dan Penutup yang Manis
Setelah sesi materi yang padat, acara dilanjutkan dengan sesi hunting foto menggunakan hp Vivo v70 FE. Kami diminta mengunggah hasil karya terbaik ke Instagram masing-masing. Kepada tiga pemenang game hunting foto, Vivo memberikan hadiah berupa voucher.
Acara pun ditutup dengan foto bersama dan pemberian goodiebag yang berisi takjil dan bermacam penganan. Benar-benar penutup yang manis setelah seharian belajar di tengah rasa haus.
Kesimpulannya, Vivo V70 FE dirancang bukan hanya sebagai ponsel berkamera besar, tetapi sebagai “Partner Travelling Andalan”. Perangkat ini menjawab empat masalah utama fotografi seluler: Cuaca/Waktu Buruk diatasi dengan AI Travel Portrait; Hasil Foto Amatir diatasi dengan Multifocal Portrait & 85mm Close-up; Situasi di Luar Kendali diatasi dengan AI Retouch; dan Fitur Membosankan diatasi dengan Film Camera Mode dan AI Telephoto Enhance.
![]() |
| Foto bareng setelah acara Masterclass photography |

