JAKARTA, Jobuzo – The Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) sukses menyelenggarakan program Pelatihan Peralatan Survei Kelautan (MSET) terbarunya, yang diselenggarakan pada tanggal 13 hingga 16 April 2026. Sebagai Decade Action yang secara resmi didukung (No. 13.7) di UN Decade of Ocean Science (2021–2030), inisiatif ini, yang berjudul Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA), didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis para Profesional Kelautan Pemula (ECOP) di Indonesia.
Pelatihan intensif selama empat hari ini diselenggarakan di pusat pelatihan KIOTEC di Ancol, Jakarta Utara, yang diikuti oleh 40 mahasiswa program magister dari sembilan universitas mitra terkemuka di Indonesia, termasuk ITB, IPB, UGM, UNDIP, UNPATTI, UNHAS, UNPAD, UB, dan UNUD. Dengan memberikan pengalaman langsung dalam menggunakan peralatan oseanografi canggih, program ini menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan penerapan praktis di lapangan.
Sesi MSET pertama tahun 2026 ini berfokus pada pengukuran fisika kelautan, di mana para peserta memperoleh pengalaman praktis dengan instrumen canggih, termasuk Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk pemantauan arus; sensor Conductivity, Temperature, Depth (CTD) untuk profil kolom air; serta grab sampler dan sieve shaker untuk analisis geologi dan bentik. Program ini menggabungkan kuliah yang dipimpin oleh para ahli dari BRIN, ITB, dan IPB dengan sesi data lapangan yang dikelola oleh spesialis KIOTEC dan diselenggarakan oleh BlueArc Global.
Memperkuat Kolaborasi Antar Institusi
Pembukaan acara tersebut dihadiri oleh Kemenko Pangan dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), yang menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam memajukan sektor maritim Indonesia. Dr. Park Hansan, Manajer Proyek KIOTEC dan Wakil Ketua IOC-UNESCO, menyoroti bahwa berdasarkan pengalamannya, tantangan terbesar dalam kerja sama regional saat ini adalah masih adanya jarak antara teori dan praktik di lapangan.
“Fokus ODA KIOTEC itu bukan hanya sebuah program atau fasilitas. Ini juga tentang sumber daya manusia, bagaimana membina individu-individu yang mampu memahami kelautan secara menyeluruh, bekerja lintas disiplin ilmu, dan mampu menerapkan pengetahuan menjadi solusi konkret, terutama dalam mengatasi tantangan sistem pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan”. Kata Dr. Park
Melalui Zoom, Yanti Permatasari, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Kelautan (Kemenko Pangan), menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas sebagai prioritas pemerintah. Ia mencatat bahwa SDM yang unggul dan teknologi adalah kunci utama dalam mendorong standar di sektor maritim.
“Seiring dengan semakin pentingnya sektor kelautan dan perikanan bagi ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan, kita membutuhkan data yang akurat dan teknologi yang lebih baik. Peningkatan kapasitas merupakan prioritas utama pemerintah; dengan membekali generasi muda kita melalui keterampilan teknis, kita telah melakukan investasi jangka panjang untuk memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam maritim global yang berkelanjutan” Ujar Ibu Yanti
Mewakili BPPSDMKP, Agung Purnomo menyampaikan sambutan atas nama Dr. Lilly Aprilya Pregiwati, yang menyatakan:
“ODA KIOTEC merupakan upaya konkret, strategis, dan selaras dengan inisiatif Presiden Prabowo. KKP di bawah kepemimpinan Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan berkoordinasi dengan Kemenko Pangan, kami berfokus pada pengembangan kawasan pertanian, budidaya perairan, serta pencapaian swasembada kapal penangkap ikan. Tujuan-tujuan ini membutuhkan data kelautan yang akurat dan sumber daya manusia yang mumpuni, dimana KIOTEC memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut,” ujar Pak Agung.
Dalam upaya pencapaian proyek ODA KIOTEC, program pelatihan ini terus menjadi model unggulan dalam Bantuan Pembangunan Resmi/Official Development Assistance (ODA) yang mendorong terciptanya era baru keunggulan ilmiah dan kerja sama maritim antara Republik Korea dan Indonesia.
KIOTEC Perkuat Kapasitas Ahli Maritim Muda Indonesia Melalui Pelatihan Survei Kelautan