Jobuzo – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II atau Sekolah Rakyat Permanen di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (29/6/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Barru didampingi Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, unsur Forkopimda, Wakil Ketua II dan anggota DPRD Barru, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala OPD.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan salah satu proyek strategis nasional tersebut menjelang rencana peresmian serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Juli 2026.
Setibanya di lokasi, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun. Di antaranya ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, kantin, gedung serbaguna, lapangan upacara, hingga sarana olahraga.
Di setiap titik peninjauan, Bupati aktif berdialog dengan Koordinator Sekolah Rakyat Wilayah Barru, Ardian Saputra. Ia ingin memastikan perkembangan fisik bangunan berjalan sesuai target.
Ardian menjelaskan, progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 86 persen dengan deviasi sekitar 3 persen. Struktur utama seluruh bangunan telah rampung, sementara pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap finishing.
Pekerjaan akhir tersebut meliputi pemasangan interior, penyempurnaan akses jalan, drainase, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Untuk mempercepat penyelesaian, jumlah tenaga kerja juga telah ditingkatkan hingga sekitar 1.200 orang.
“Kendala material dan distribusi logistik yang sempat terjadi sebelum Lebaran sudah teratasi. Sekarang kami fokus mengejar penyelesaian tahap akhir agar target 20 Juli dapat tercapai secara optimal,” jelas Ardian.
Ia memaparkan, kawasan Sekolah Rakyat Barru nantinya akan dilengkapi delapan asrama. Rinciannya, empat asrama untuk siswa SD, dua asrama SMP, dan dua asrama SMA.
Selain itu, kawasan sekolah juga dilengkapi dapur umum terpusat, kantin, rumah susun guru dan tenaga kependidikan, gedung serbaguna, sistem CCTV terintegrasi, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Dalam dialog tersebut, Bupati menanyakan secara rinci kesiapan setiap bangunan, termasuk ruang kelas yang akan difungsikan lebih awal. Ardian menjelaskan, pada tahap awal, ruang kelas dan asrama SMP serta SMA diprioritaskan siap digunakan pada 20 Juli. Sementara penyelesaian area SD akan menyusul pada tahap berikutnya.
Bupati juga memeriksa langsung kualitas pekerjaan, mulai dari pemasangan lantai homogeneous tile, plafon, ventilasi, drainase, toilet, hingga kelengkapan ruang kelas. Ia menemukan beberapa bagian pekerjaan yang masih perlu disempurnakan dan meminta agar segera diperbaiki sebelum serah terima dilakukan.
“Tolong jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau masih ada yang kurang, perbaiki dulu. Yang kita inginkan bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi kualitas bangunan juga harus benar-benar terjamin,” tegasnya.
Kepada Kepala Sekolah Rakyat, Haris, Bupati memberikan penekanan khusus agar seluruh hasil pembangunan diperiksa secara teliti melalui daftar pemeriksaan atau checklist sebelum diterima.
“Tugas Pak Kepala Sekolah nanti mengecek satu per satu seluruh bangunan dan fasilitasnya. Jangan diterima dulu kalau masih ada yang kurang. Semua harus diteliti supaya ketika anak-anak masuk, semuanya benar-benar siap digunakan,” pesan Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan anggota DPRD, Kajari Barru, dan Kapolres Barru yang turut mendampingi peninjauan.
Kapolres Barru Ananda Fauzi Harahap menanyakan progres penambahan tenaga kerja serta deviasi pembangunan. Ardian menjelaskan, percepatan dilakukan melalui penambahan pekerja tanpa mengurangi standar mutu konstruksi.
Kajari Barru Erik Yudistira turut mengingatkan pentingnya penyelesaian aspek administrasi, khususnya proses hibah lahan dan legalitas aset Sekolah Rakyat. Menanggapi hal itu, Bupati meminta agar koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional segera dituntaskan, sehingga seluruh administrasi selesai sebelum sekolah mulai beroperasi.
Di hadapan Forkopimda dan DPRD, Bupati menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan pelaksana proyek. Pengawasan, kata dia, merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi.
“Kami percaya kepada pelaksana, tetapi kami tidak akan berhenti melakukan pengawasan. Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan semuanya berjalan baik karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat Barru akan menerima tambahan sekitar 60 calon siswa titipan dari Kabupaten Pangkep. Jumlah tersebut terdiri atas 30 siswa SD dan 30 siswa SMP sebagai bagian dari pelaksanaan program rintisan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
Selain itu, turut dibahas rencana kedatangan taruna dari Akademi Militer pada awal Agustus untuk memberikan pembinaan kedisiplinan kepada peserta didik. Rangkaian kegiatan juga akan mencakup pemeriksaan kesehatan dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sebelum proses belajar dimulai.
Bupati meminta seluruh fasilitas pendukung, termasuk drainase, sistem sanitasi, akses bagi penyandang disabilitas, keamanan tangga, serta sarana olahraga, dipastikan berfungsi dengan baik.
Ia juga mengapresiasi rencana pengembangan fasilitas kolam renang apabila nantinya mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat, mengingat lahan untuk fasilitas tersebut telah tersedia.
Usai peninjauan, Bupati menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat Kabupaten Barru akan menjadi salah satu sekolah terbaik di Indonesia. Ia berharap sekolah ini mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat. Insyaallah sesuai target pemerintah pusat, Sekolah Rakyat Kabupaten Barru akan ikut diresmikan oleh Bapak Presiden pada 20 Juli mendatang. Kita berharap sekolah ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Barru, khususnya anak-anak kita. Anak-anak Barru tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dunia pendidikan,” tutup Bupati.
Peninjauan diakhiri dengan melihat area lapangan upacara, ruang kelas, gedung serbaguna, fasilitas asrama, serta foto bersama jajaran Forkopimda sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Barru. (Humas Barru)
Bupati Barru Tinjau Progres Sekolah Rakyat Permanen, Target Diresmikan Presiden 20 Juli