Jobuzo – Industri kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan positive trend. Melihat potensi pasar yang semakin besar, Tianneng Group resmi mengoperasikan basis produksinya di Surabaya sekaligus menggelar konferensi mitra bertajuk “Menciptakan Masa Depan Energi, Menggerakkan Indonesia Hijau – Bersama Mitra Menciptakan Nilai Baru Energi Hijau.”
- About The Author
Langkah ini menjadi bukti keseriusan Tianneng dalam mendukung transformasi mobilitas listrik nasional. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 280 juta jiwa serta lebih dari 130 juta kendaraan ringan yang beroperasi, Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar paling potensial di kawasan Asia Tenggara.
Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, hingga Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia. Dalam kesempatan itu, Tianneng juga menandatangani kerja sama strategis dengan sejumlah mitra lokal seperti PT Tri Mega Baterindo, Goda, U-Winfly, AI GreenTech, Chao Neng, Jin Long, dan Goda Sumatera Jaya.
Ketua Dewan Direksi Tianneng Holding Group, Zhang Tianren, menegaskan bahwa transformasi energi global menjadi arah masa depan industri. Berbekal pengalaman lebih dari 40 tahun, Tianneng menghadirkan teknologi baterai timbal-asam, lithium, sodium, hidrogen, hingga solid-state untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Presiden Tianneng Holding Group, Xu Hai, menyampaikan bahwa pengalaman panjang perusahaan dalam mendukung elektrifikasi kendaraan ringan di Tiongkok akan menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi energi yang berkualitas sekaligus sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
Tak hanya membangun pabrik, Tianneng juga menghadirkan produk yang dirancang khusus menghadapi iklim tropis Asia Tenggara. Seri baterai Tianneng Durable diklaim mampu meningkatkan jarak tempuh hingga 15 persen serta memiliki daya tahan siklus dua kali lebih lama pada suhu tinggi. Untuk baterai lithium, Tianneng menghadirkan standar ketahanan air IP67, sementara teknologi baterai solid-state menawarkan kepadatan energi tinggi dengan jarak tempuh hingga 60 persen lebih jauh dibanding baterai LFP konvensional.

Ke depan, Tianneng menargetkan pembangunan rantai pasok terintegrasi mulai dari manufaktur, distribusi, hingga sistem daur ulang baterai secara sirkular di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat perkembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bersama berbagai merek lokal.
Dengan dukungan teknologi global dan sinergi bersama mitra dalam negeri, kehadiran Tianneng di Surabaya menjadi momentum penting bagi perkembangan ekosistem green mobility Indonesia. Sebuah langkah nyata menuju masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan.
About The Author
