AESENNEWS.COM, DEPOK- Minggu ,05 Juli 2026 , Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok merombak sekitar 80 persen kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) melalui Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar di Lembah Kuring, Depok, Minggu (5/7/2026).
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi organisasi pasca di dua pemilu terakhir sekaligus upaya memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu pada 2029.
Muscab yang diikuti seluruh DPC PAN se-Kota Depok itu menjadi momentum penyegaran struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
Regenerasi kepengurusan dilakukan dengan mengedepankan kader-kader yang telah melalui proses pembinaan dan pendidikan politik secara berjenjang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam menjalankan roda organisasi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPD PAN Kota Depok, H. Igun Sumarno, S.Pd., M.M., menegaskan Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah strategis untuk membangun PAN yang semakin solid, adaptif, dan siap menjawab harapan masyarakat.
“Hari ini DPD PAN Kota Depok secara serentak melaksanakan Muscab DPC se-Kota Depok. Ini merupakan bagian dari evaluasi organisasi. Melalui revitalisasi kepengurusan, kami ingin menghadirkan semangat baru dengan mayoritas pengurus yang membawa energi dan harapan baru,” ujar Igun.
Menurutnya, hasil dua pemilu terakhir menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kualitas organisasi. Evaluasi tersebut dijadikan pijakan memperkuat kerja politik, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap PAN.
“Bagi kami, kegagalan bukan untuk disesali, tetapi menjadi nasihat agar kami bekerja lebih baik. Hari ini seluruh kekuatan kami satukan kembali dengan tekad merebut kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2029,” katanya.
Igun menjelaskan, penyegaran kepengurusan bukan dilakukan secara instan. Mayoritas pengurus baru merupakan kader yang telah dibina melalui proses kaderisasi berjenjang, termasuk berasal dari organisasi sayap partai seperti Barisan Muda PAN (BM PAN) dan Perempuan Amanat Nasional (PUAN).
Sementara kader senior tetap berperan memberikan arahan, pengalaman, dan pembinaan kepada generasi penerus.
“Yang baru adalah kepengurusannya, sedangkan kadernya sudah melalui proses pendidikan politik sejak lama. Jadi regenerasi ini merupakan hasil pembinaan yang telah kami lakukan secara berjenjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, kaderisasi merupakan investasi politik jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, loyal, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta memahami tanggung jawab dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami ingin kader PAN memiliki militansi dalam arti semangat mengabdi. Organisasi politik harus menjadi sarana menghadirkan manfaat dan menyalurkan nilai-nilai kebaikan bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PAN, Deny Kartika, S.Si., menilai regenerasi kepengurusan menjadi momentum penting untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda agar terlibat aktif dalam politik dan pembangunan daerah.
“Di PAN ada wadah khusus untuk anak muda. Kami mengajak generasi muda Kota Depok yang ingin berkontribusi melalui partai politik untuk bergabung bersama PAN. Kami siapkan ruang agar mereka dapat berinovasi dan ikut membangun Kota Depok,” ujarnya.
Deni menilai, anak muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan gagasan, kreativitas, dan inovasi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan pembangunan. Karena itu, PAN berkomitmen menyediakan ruang pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui berbagai aktivitas organisasi.
“Anak muda memiliki banyak kreativitas dan inovasi. Kami membuka pintu agar potensi itu dapat berkembang. Kreativitas mereka akan kami tampung dan kami dorong menjadi bagian dari pembangunan Kota Depok,” katanya.
Regenerasi kepemimpinan merupakan investasi politik jangka panjang yang tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga mempersiapkan kader-kader terbaik untuk menghadapi kontestasi demokrasi pada Pemilu 2029.
Menutup keterangannya, Deni menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah organisasi terletak pada persatuan dan kekompakan seluruh kader. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi fondasi PAN Kota Depok dalam membangun organisasi yang lebih solid setelah melalui proses evaluasi dan regenerasi.
“Kekuatan yang paling hebat bukan keperkasaan ataupun kesaktian, tetapi persatuan. Karena itu kami membawa semangat PAN Solid, Solid 100 Persen, PAN Satu Komando Jelas Pisan. Dengan kebersamaan itu, kami siap bekerja lebih baik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PAN,” tutupnya.
Reporter : Christin
DPD Partai Amanat Nasional (PAN) -Depok Rombak 80 % Pengurus DPC Melalui Muscab “