TANAH LAUT, Jobuzo – Grup musik independen asal Kalimantan Selatan, ATL 87, kembali memperkenalkan karya-karyanya kepada pendengar melalui berbagai platform musik digital. Band yang beranggotakan Oci pada vokal, Fazar pada gitar, Oyyib pada drum, Fazri pada keyboard, dan Iwink pada bass tersebut merilis sebanyak 13 lagu dari sejumlah proyek musik mereka.
Katalog yang dirilis terdiri atas single “Sedih”, album “Edelweis” yang memuat tujuh lagu, serta album “Tiada Yang Lain” dengan lima lagu. Seluruh karya tersebut kini dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube, dan berbagai layanan streaming digital lainnya.
Salah satu karya yang memiliki makna mendalam bagi ATL 87 adalah lagu “Tiada Yang Lain”. Lagu tersebut merupakan bagian dari perjalanan bermusik para personel sejak masa sekolah menengah atas dan pernah diputar di salah satu radio lokal di Kabupaten Tanah Laut belasan tahun lalu.
Namun, upaya untuk memproduksi ulang lagu itu menghadirkan tantangan emosional bagi para personel. Vokalis perempuan yang membawakan versi orisinal lagu tersebut telah meninggal dunia. Sementara itu, Indra, vokalis pria yang menjadi rekan duetnya, hingga kini tidak lagi diketahui keberadaannya.
Kondisi tersebut meninggalkan ruang kosong sekaligus misteri yang belum terjawab. Meski demikian, ATL 87 memilih untuk tetap melanjutkan proses produksi sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan dan persahabatan yang pernah mereka bangun bersama.
Dalam proses penggarapan ulang, ATL 87 memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu merekonstruksi materi lama dan mengembangkan aransemen baru. Teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari proses kreatif untuk mempertahankan karakter serta kenangan yang tersimpan dalam lagu.
Posisi vokal dalam versi terbaru kemudian diteruskan oleh Oci. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya ATL 87 untuk melanjutkan perjalanan musik sekaligus menjaga karya-karya lama agar tetap dapat didengarkan oleh generasi berikutnya.
“Album ‘Tiada Yang Lain’ merupakan warisan dari sahabat-sahabat kami. Melalui bantuan teknologi AI, kami ingin melampaui keterbatasan yang ada agar karya dan kenangan bersama mereka tetap hidup serta dapat melintasi waktu,” kata perwakilan ATL 87.
Versi terbaru “Tiada Yang Lain” mulai mendapatkan perhatian dari pengguna media sosial, terutama melalui TikTok dan YouTube. Sambutan tersebut menjadi dorongan bagi ATL 87 untuk terus memperkenalkan karya-karya mereka kepada pendengar yang lebih luas.
Melalui perilisan katalog digital ini, ATL 87 tidak hanya menghidupkan kembali karya lama, tetapi juga merawat kenangan tentang persahabatan, kehilangan, dan perjalanan bermusik yang telah mereka lalui selama bertahun-tahun.
ATL 87 Hidupkan Kembali “Tiada Yang Lain”, Merawat Kenangan yang Terpisah Takdir dan Misteri