Jobuzo – Dalam upaya memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dan menjembatani perkembangan teknologi ke dunia pendidikan dasar, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Midjourney dalam Pembuatan Bahan Bacaan Anak Bertema Ramah Lingkungan Berbasis SDGs pada Guru-Guru SD di Pasuruan” telah sukses digelar. Lokakarya ini dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025 di UPT SD Negeri Bukir, Kota Pasuruan, dan menyasar para guru sekolah dasar sebagai peserta utama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh LPPM UPN Veteran Jawa Timur, dengan dukungan dari dosen-dosen Program Studi Linguistik Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Fokus utama dari lokakarya ini adalah memperkenalkan dan melatih guru-guru SD dalam menyusun prompt AI menggunakan Midjourney, sebuah teknologi kecerdasan buatan berbasis teks-ke-gambar yang memungkinkan pembuatan ilustrasi digital secara cepat dan presisi.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Patricia Elsa, Adelia Savitri, dan Zahro Rokhmawati dosen Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam paparannya, Elsa menekankan pentingnya keterampilan menyusun prompt yang rinci agar sistem AI, seperti Midjourney dapat menghasilkan ilustrasi yang sesuai dengan konteks cerita atau bahan bacaan anak.
“Midjourney bekerja berdasarkan deskripsi teks. Maka, kunci utamanya terletak pada bagaimana kita merancang prompt yang jelas, spesifik, dan imajinatif. Semakin detail perintah yang diberikan, semakin akurat pula visual yang dihasilkan. Hal ini bisa menjadi solusi cepat dan praktis bagi guru dalam membuat ilustrasi bahan bacaan bergambar yang edukatif dan menarik,” ujar Elsa.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam konteks edukasi lingkungan, sangat relevan untuk dikenalkan sejak usia dini. Anak-anak dapat belajar tentang isu lingkungan, seperti daur ulang, konservasi air, dan pelestarian alam melalui cerita bergambar yang dikemas secara menarik dan menyentuh.

Lokakarya yang berlangsung selama satu hari ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga sesi praktik langsung. Para guru diajak menyusun prompt berbasis tema lingkungan, kemudian melihat hasil visualisasinya secara real-time melalui platform Midjourney. Tema cerita meliputi beragam topik, seperti hutan kota, hewan penyelamat lingkungan, hingga anak-anak yang melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan yang kotor. Para peserta juga mendapatkan modul pelatihan dan template prompt sebagai referensi pengembangan bahan ajar yang dapat disesuaikan dengan kurikulum tematik masing-masing.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bentuk sinergi antara teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berpadu dalam dunia pendidikan dasar. Melalui program pengabdian masyarakat ini, tim dosen dari perguruan tinggi berupaya mendekatkan pemanfaatan teknologi mutakhir ke tangan para pendidik.
“Pengabdian masyarakat bukan sekadar transfer ilmu, tetapi kolaborasi aktif antara kampus dan masyarakat. Guru adalah mitra strategis dalam membentuk generasi baru yang melek teknologi sekaligus peduli lingkungan,” ujar Adelia dalam sesi penutup.
Antusiasme para peserta menjadi sinyal positif bahwa integrasi teknologi ke dalam pendidikan dasar tidak lagi menjadi wacana, melainkan kebutuhan nyata yang harus dipenuhi. Dengan pelatihan seperti ini, guru-guru tidak hanya mampu membuat bahan ajar yang kreatif dan kontekstual, tetapi juga turut membentuk kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan pengabdian ini merupakan langkah kecil yang berdampak besar. Tidak hanya dalam penguatan literasi visual dan teknologi guru, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai keberlanjutan di tengah tantangan krisis lingkungan global.
Oleh: Patricia Elsa,
Prodi Linguistik Indonesia, UPN Veteran Jawa Timur
Peningkatan Kapasitas Guru SD dalam Menyusun Prompt AI Midjourney untuk Ilustrasi Bahan Bacaan Anak Berbasis SDGs
