BOGOR, Jobuzo – Menanggapi insiden bentrokan antara massa Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) yang terjadi pada acara Tabligh Akbar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Rabu malam (23/7), Majelis Ukhuwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sikap resmi.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Amir Majelis Ukhuwah Pusat, H. Syakuri, SH, Sabtu (26/7/2025) disampaikan seruan utama pentingnya menjaga persatuan umat, ukhuwah Islamiyah, menahan diri, serta menghindari provokasi yang mengarah pada perpecahan.
Majelis Ukhuwah menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut yang dinilai tidak perlu terjadi apabila masing-masing pihak mampu menahan diri dan tidak saling memaksakan kehendak. Majelis Ukhuwah mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an yang menggarisbawahi pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga persatuan umat, di antaranya dalam Surat Hud ayat 118 – 119:
“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Allah menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”.
Kemudian Surat Yunus ayat 99, “Seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Apakah engkau (Nabi Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang mukmin?”
Lebih lanjut, Majelis Ukhuwah memperingatkan bahwa bentrokan semacam itu berpotensi merusak persatuan bangsa yang telah susah payah dibangun oleh para pendiri negeri ini. Selain itu Indonesia adalah negara yang berdiri atas pertolongan dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 aline ketiga yang berbunyi;
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Sehingga seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab merawat negeri ini dalam kebhinekaan tunggal ika dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
“Jangan mudah terprovokasi oleh antek asing maupun pihak-pihak dalam negeri yang secara masif, sistematis dan terstruktur berusaha memecah belah persatuan,” tegas pernyataan tersebut, seraya mengutip QS. Ali Imran ayat 103 yang artinya:
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulu nya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.”
Majelis Ukhuwah juga menekankan perlunya negara hadir secara aktif dalam situasi genting semacam itu, dan mengajak seluruh potensi umat untuk difokuskan dalam menghadapi musuh bersama, seperti menghentikan penjajahan oleh zionis Israel terhadap bangsa Palestina yang tengah menghadapi bencana genosida dan kelaparan hebat.
Kepada para pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan lainnya diserukan agar mereka aktif membina umat di tingkat akar rumput, tidak memprovokasi atau melakukan penyerangan kepada pihak lain yang tidak sepaham, mendahulukan ukhuwah daripada konfrontasi.
Mereka juga diingatkan agar berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya supaya tidak menimpakan musibah kepada orang (kelompok) lain, sebagaimana pesan QS. Al-Hujurat ayat 6 dan mendamaikan pihak-pihak yang berselisih karena sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara sebagaimana diingatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada QS. Al-Hujurat ayat 10.
“Semoga Allah mempersatukan hati-hati kami umat Islam, memperbaiki hubungan di antara sesama kami, menunjukkan kami kepada jalan-jalan keselamatan, dan menjauhkan kami dari perbuatan keji yang tampak maupun tersembunyi,” tutup pernyataan tersebut. (AM)
Majelis Ukhuwah Jama’ah Muslimin Serukan Persatuan Umat Pasca Bentrokan di Pemalang