BOGOR, Jobuzo – Maraknya tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatah, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali menjadi perhatian setelah seorang warga nyaris menjadi korban perampokan dan penusukan.
Jum’at 12 Juni 2026 sekitar pukul 14.20 WIB seorang pria tak dikenal masuk ke dalam rumah seorang warga bernama Ian Sopian di Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah Desa Pasirangin RT 02/RW 05 dengan cara mengendap-endap.
“Pelaku masuk rumah saat pintu terbuka. Saya dan anak-anak ada di dalam dan lingkungan saat itu sedang sepi,” ujar Ian dalam laporannya melalui WhatsApp kepada warga dan pimpinan masyarakat setempat.
Ian menuturkan, saat pria tersebut masuk ke rumah, ia berusaha mengamankan pelaku dengan memegang kerah baju pelaku dan menariknya keluar rumah untuk dibawa ke pos keamanan pesantren yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat kejadian.
Namun hal itu membuat pelaku yang mengenakan topi, sweater hitam, dan celana pendek panik. Pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan berusaha menusukkannya ke arah Ian.
“Saat bajunya saya tarik, pelaku mengeluarkan pisau dan hendak menusukkan ke saya. Karena jarak terlalu dekat, saya lepaskan dan pelaku kabur dengan sepeda motor beat yang mesinnya masih hidup di depan kontrakan,” tuturnya.
Usai kejadian, Wakil Ketua Komunitas Terapis Al-Fatah (KTA) itu melaporkan peristiwa yang dialami kepada pimpinan lingkungan setempat (Amir Riasah V) dan Amir Markaz Cileungsi, Muhammad Tobri. Laporan resmi juga telah disampaikan kepada pihak Kepolisian Sektor Cileungsi.
“Kami juga sudah melaporkan ke Polsek Cileungsi. Pihak kepolisian menyarankan agar senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap para pengamen dan pedagang makanan yang datang ke rumah baik siang atau malam hari,” ujar Ian Sopian saat ditemui media ini.
Merespon kejadian tersebut, Amir Markaz Cileungsi Muhammad Tobri mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap berbagai ancaman keamanan yang belakangan semakin sering terjadi di lingkungan pesantren dan sekitarnya.
“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan para ikhwan dan akhwat serta para santri untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, ribat kita. Aksi kejahatan di sekitar kita semakin meningkat. Kita harus siaga satu,” tegas Tobri saat memberikan arahan kepada warga dan santri di Masjid At-Taqwa, Jum’at malam.
Menurut Tobri, peristiwa yang dialami Ian menambah daftar gangguan keamanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, warga juga dihadapkan pada pelecehan terhadap anak perempuan di bawah umur serta percobaan penculikan terhadap seorang santri MI Al-Fatah oleh wanita tak dikenal.
“Oleh karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan memperkuat keamanan lingkungan. Awasi anak-anak kita saat bermain di luar rumah,” tegas Amir Markaz yang juga pembina Pondok Pesantren Al-Fatah.
Pembina Utama Pondok Pesantren Al-Fatah, Imaam Yakhsyallah Mansur usia shalat Isya’ juga turut memberikan arahan khusus kepada para kepala keluarga yang tinggal di komplek pesantren.
Diawali dengan pembacaan Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 200, Imaam Yakhsyallah menegaskan bahwa keamanan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang ingin beribadah dengan baik.
“Tujuan kita tinggal di markaz adalah untuk ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, terhindar dari kelaparan, dan merasa aman sehingga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang,” ujarnya.
Oleh karenanya beliau minta semua warga bekerja sama, menjaga lingkungan dari perilaku orang tak bertanggung jawab yang dapat merusak keamanan serta ketenteraman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di lingkungan pondok pesantren.
Beliau menyebut beberapa aset yang harus dijaga keamanannya secara berjama’ah yaitu anak-anak tarbiyah (santri). “Mohon semuanya bertanggung jawab terhadap para santri. Usahakan mereka di sini betul-betul aman,” kata Imaam Yakhsyallah.
Kemudian para umara, tamu yang hampir setiap hari datang ke pesantren, kantor lembaga, dan warga yang tinggal di lingkungan pondok pesantren harta serta jiwanya juga harus dijaga bersama.
“Mohon itu semua dijaga dengan sebaik-baiknya. Saling mengingatkan untuk sholat berjamaah di masjid, terutama Shubuh. Upayakan agar semua aman, tidak ada yang terganggu di tengah-tengah masyarakat pesantren ini,” pungkas Imaam Yakhsyallah. {AM}
Ancaman Kriminal Meningkat, Warga Pondok Pesantren Al-Fatah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan