BEKASI, Jobuzo – Lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) resmi menutup rangkaian Musyawarah Kerja (Musyker) Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 13 – 15 Januari 2026, di Gedung Radio Silaturahim (Rasil) Bekasi. Jawa Barat. Penutupan Musyker ini menandai dimulainya fase baru perjuangan AWG dengan fokus utama pada penguatan advokasi global demi pembebasan Masjidil Aqsa dan kemerdekaan Palestina dari penjajahan zionis Israel.
Hadir pada acara ini, jajaran pembina AWG, antara lain Imaam Yakhsyallah Mansur, Ustadz Abul Hidayat Saerojie, Agus Sudarmaji, Syakuri, dan Wahyudi KS. Kehadiran para pembina ini menjadi peneguhan arah ideologis dan moral bagi seluruh pengurus dan kader AWG ke depan.
Ketua Presidium AWG, M. Ansharulloh, dalam laporan Kompilasi Musyawarah Kerja Aqsa Working Group tahun 2026 menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menertibkan arah perjuangan sekaligus memperkuat posisi AWG dalam advokasi Palestina di tingkat nasional dan internasional.
“Perjuangan pembelaan Al-Aqsa dan Palestina tidak cukup dengan simpati dan reaksi sesaat. Diperlukan kerja advokasi yang terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan. Karena itu, fokus program kerja AWG 2026 adalah advokasi global yang berpijak pada legitimasi hukum, narasi publik, dan konsolidasi kekuatan umat,” ujar Ansharulloh.
Ia menegaskan, pembebasan Masjidil Aqsa dan kemerdekaan Palestina adalah perjuangan jangka panjang yang membutuhkan sinergi luas. Aqsa Working Group, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bergerak bersama, berjama’ah dalam barisan perjuangan yang sama.
“AWG mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersinergi dan bergerak berjama’ah. Ini adalah perjuangan mulia yang membutuhkan kesatuan langkah, keteguhan sikap, dan keberanian menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Ansharulloh juga melaporkan bahwa Maemuna Center sebagai organisasi kemuslimatan Aqsa Working Group masih terus bekerja mempersiapkan pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza Utara meski kondisi di wilayah tersebut masih belum kondusif akibat arogansi zionis Israel yang masih membombardir berbagai kawasan Gaza.
“Maemuna Center sampai saat ini masih terus bekerja mempersiapkan pembangunan RSIA yang sangat dibutuhkan warga Gaza Palestina khususnya kaum ibu dan anak-anak yang paling banyak menjadi korban kedzoliman zionis Israel. Nanti jika kondisi sudah kondusif kita masuk ke sana, insya Allah, ” ujar Ansharulloh.
Dalam acara penutupan Musyker ini juga dilakukan pengukuhan Pengurus AWG periode 2026–2027, yang lebih banyak terdiri kalangan muda alumni STAI Al-Fatah dan STISA ABM Lampung di samping pengurus lama.
“Alhamdulillah kita berada di tengah-tengah peserta musyawarah Aqsa Working Group yang telah melaksanakan Musyker selama tiga hari. Mudah-mudahan apa yang telah dihasilkan dalam musyawarah ini dapat mempercepat pembebasan Masjidil Aqsa dan kemerdekaan Palestina,” ujar Imaamul Muslimin.
Dalam sambutannya, Imaam Yakhsyallah Mansur juga mengharapkan agar para pengurus Aqsa Working Group yang baru maupun lama, bisa tetap istiqomah dalam melaksanakan amanat sehingga menjadi generasi pembebas Masjidil Aqsa. “Al Aqsa Haqquna!,” ucap Imaam serentak diikuti para peserta penutupan Musyker.
Turut hadir pula pada acara ini, Pimpinan Umum MINA Arif Rahman, serta perwakilan dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) lembaga kemanusiaan yang menjadi mitra strategis AWG dalam pelaksanaan program kemanusiaan dan bantuan untuk Gaza, Palestina. Pengurus AWG Wilayah Jawa Barat dan Banten juga mengikuti hingga berakhir acara pukul 11.30 WIB.
Dengan berakhirnya Musyker AWG 2026, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan perjuangan pembelaan Masjidil Aqsa dan Palestina. Seluruh ikhtiar tersebut disandarkan pada doa dan harapan, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan langkah kita dalam perjuangan mulia ini.” [am]
AWG Tutup Musyker 2026, Tegaskan Advokasi Global Jalan Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina
