Jakarta, Jobuzo – Mata kering sering kali dianggap sepele. Rasa sepet, perih, atau mata cepat lelah kerap dianggap sebagai akibat kurang tidur atau terlalu lama menatap layar gadget. Namun, di balik keluhan ringan itu, bisa jadi tersembunyi gangguan serius yang memengaruhi kualitas penglihatan dan kenyamanan beraktivitas.
Melalui kampanye bertajuk “Bebas Mata SePeLe”, merek tetes mata INSTO Dry Eyes dari Combiphar mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan tidak lagi menyepelekan gejala mata kering — yang ternyata cukup banyak dialami masyarakat urban.
Mata Kering: Masalah Umum yang Tak Disadari Banyak Orang
Sebuah survei kuantitatif terhadap 710 responden di wilayah Jakarta dan Bandung mengungkapkan fakta mengejutkan:
- 41% responden mengalami mata kering,
- Artinya, 4 dari 10 orang berpotensi mengalami mata kering,
- Dan 20% di antaranya tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami kondisi tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa prevalensi mata kering di wilayah perkotaan tergolong tinggi. Polusi udara, penggunaan pendingin ruangan (AC), serta paparan layar digital dalam waktu lama menjadi faktor utama yang memperparah kekeringan pada mata.
“Mata kering itu bukan hal kecil,” jelas Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar. “Banyak orang tidak sadar bahwa gejala ringan seperti mata sepet atau cepat lelah sebenarnya adalah sinyal bahwa mata mereka membutuhkan perhatian khusus.”
Kenali Gejala “Mata SePeLe”: SEpet, PErih, dan LElah
Kampanye Bebas Mata SePeLe menyoroti tiga gejala utama mata kering yang paling sering disepelekan masyarakat. Tiga gejala ini dikenal dengan istilah “SePeLe”:
- Mata Sepet
Rasa berat pada mata, sulit dibuka, atau tidak nyaman saat berkedip. Biasanya muncul setelah lama menatap layar komputer, ponsel, atau televisi. - Mata Perih
Sensasi panas, menyengat, atau seperti ada pasir di mata. Gejala ini bisa muncul tanpa disertai mata merah, sehingga kerap diabaikan. - Mata Lelah
Mata terasa cepat lelah, tegang, dan penglihatan menjadi kurang fokus. Jika terjadi berulang, kondisi ini bisa menjadi tanda mata kering kronis.
Menurut dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM dari JEC Eye Hospitals and Clinics, pasien yang datang karena keluhan mata kering jumlahnya sangat banyak, dan sebagian besar baru menyadari setelah kondisinya cukup parah.
“Banyak pasien datang dalam kondisi sudah berat. Padahal, gejala awal seperti sepet, perih, dan lelah sudah muncul lama. Jika dikenali sejak dini, mata kering bisa dicegah agar tidak berkembang lebih parah,” jelas dr. Eka.
Salah Kaprah dalam Penanganan Mata Kering
Dari survei yang dilakukan INSTO, sebagian besar responden tidak mengambil tindakan apapun meskipun mengalami gejala mata kering. Lebih lanjut, banyak yang salah memilih tetes mata menggunakan tetes mata untuk iritasi atau mata merah, bukan produk yang diformulasikan khusus untuk mengatasi kekeringan pada mata.
Kesalahan ini bukan hanya membuat gejala tidak tertangani, tapi juga bisa memperburuk kondisi.
“Tetes mata untuk iritasi berbeda dengan tetes mata untuk mata kering,” jelas Farah Feddia, GM Eye Care Combiphar. “Produk seperti INSTO Dry Eyes dirancang khusus untuk melembapkan mata dan menggantikan fungsi air mata yang hilang, bukan sekadar meredakan kemerahan.”
Mengapa Mata Kering Tidak Boleh Diabaikan
Jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering bisa memengaruhi banyak aspek kehidupan. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, terutama bagi pelajar, pekerja kantoran, dan content creator yang sering berinteraksi dengan layar digital.
Efek jangka panjang mata kering antara lain:
- Gangguan penglihatan sementara,
- Risiko iritasi berulang,
- Ketidaknyamanan kronis,
- Hingga penurunan kualitas hidup.
“Mata kering bisa mengganggu fokus, membuat pekerjaan terganggu, bahkan memengaruhi kualitas tidur karena rasa tidak nyaman di malam hari,” tambah dr. Eka.
INSTO Dry Eyes: Solusi Praktis untuk Mata Kering
Sebagai bagian dari kampanye edukatif ini, INSTO Dry Eyes hadir sebagai solusi yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi tiga gejala “Mata SePeLe”: sepet, perih, dan lelah akibat kekeringan.
Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), bahan aktif yang diakui oleh International Council of Ophthalmology (ICO) dan diajukan ke WHO sebagai guideline terapi mata kering. Kandungan ini bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata alami dan membantu mengurangi iritasi akibat kekeringan.
Tersedia dalam kemasan praktis 7,5 ml, INSTO Dry Eyes dapat digunakan kapan saja untuk memberikan kelembapan dan kenyamanan lebih lama, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di ruang ber-AC atau menatap layar digital dalam jangka waktu lama.
Langkah Sederhana Menuju Mata Bebas SePeLe
Untuk mencegah dan mengurangi risiko mata kering, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana:
- Kenali dan sadari gejalanya sejak dini.
Jangan abaikan rasa sepet, perih, atau lelah pada mata. - Batasi waktu menatap layar.
Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. - Gunakan tetes mata yang sesuai.
Pilih produk khusus untuk mata kering, bukan untuk iritasi atau mata merah. - Konsultasikan ke dokter mata.
Bila gejala tidak kunjung membaik, evaluasi medis diperlukan untuk menyesuaikan terapi.
Langkah sederhana ini bisa membantu menjaga kenyamanan penglihatan dan mencegah gangguan yang lebih serius.
Cerita Nyata: Yuki Kato dan Pengalaman “Mata SePeLe”
Aktris dan content creator Yuki Kato turut berbagi pengalamannya.
“Sehari-hari saya sering merasa mata saya itu nggak enak — sepet, perih, dan cepat capek. Awalnya saya kira karena kurang tidur. Tapi lama-lama makin ganggu konsentrasi dan kerjaan,” ujar Yuki.
Ia mengaku baru menyadari bahwa yang dialaminya adalah gejala mata kering setelah mengenal kampanye “Bebas Mata SePeLe”.
“Kampanye ini membuka mata saya ternyata yang saya anggap sepele itu bukan hal kecil. Setelah tahu dan pakai INSTO Dry Eyes, rasanya lebih nyaman dan produktivitas saya pun meningkat,” tambahnya.
Kampanye Nasional “Bebas Mata SePeLe”
Kampanye ini diluncurkan oleh INSTO sejak Agustus 2025, dan terus berlanjut hingga kini di berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
Di setiap kota, kampanye menghadirkan:
- Zona pemeriksaan mata gratis,
- Edukasi interaktif tentang gejala mata kering,
- Area hiburan dan aktivitas publik yang menarik dan edukatif.
Pada 7–9 November 2025, kampanye “Bebas Mata SePeLe” hadir di Gandaria City, Jakarta, mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kondisi mata mereka dan memahami pentingnya penanganan yang tepat.
Komitmen Combiphar terhadap Kesehatan Mata Bangsa
“Menjaga kualitas kesehatan mata adalah gerbang utama menuju masyarakat yang produktif, aktif, dan bahagia,” tegas Weitarsa Hendarto.
Sebagai pemimpin pasar tetes mata di Indonesia selama lebih dari 50 tahun, Combiphar terus berkomitmen menghadirkan inovasi produk dan edukasi kesehatan. Melalui kampanye ini, Combiphar memperkuat visinya “Championing a Healthy Tomorrow” — menciptakan masa depan yang lebih sehat dan produktif bagi masyarakat Indonesia.
Tentang Combiphar dan INSTO
Didirikan pada tahun 1971, Combiphar kini telah berkembang menjadi perusahaan consumer healthcare terkemuka di Indonesia dengan lebih dari 90 produk yang meliputi berbagai kategori, mulai dari OBH Combi, JointFit, Hezandra, Fortiboost, Simba, hingga Madurasa.
Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini memiliki fasilitas produksi modern di Padalarang, Karanganyar, dan Wonogiri, serta telah meraih berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 14001 dan ISO 22000.
Sementara itu, INSTO produk tetes mata andalan Combiphar memiliki tiga varian utama:
- INSTO Regular, untuk mengatasi kemerahan dan iritasi ringan,
- INSTO Dry Eyes, untuk melembapkan dan mengatasi gejala mata kering,
- INSTO Cool, memberikan sensasi segar sekaligus meredakan iritasi.
Dengan rekam jejak yang panjang, INSTO telah meraih berbagai penghargaan seperti Top Brand Award, Superbrand Award, dan Social Media Award, serta pengakuan internasional dari Nicholas Hall Asia Pacific OTC Marketing Award.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi www.combiphar.com.
Saatnya Tidak Lagi Menyepelekan Mata SePeLe
Kampanye Bebas Mata SePeLe bukan sekadar ajakan, tapi gerakan nyata agar masyarakat Indonesia lebih sadar terhadap kesehatan mata.
Dengan mengenali gejala sejak dini, memilih produk yang tepat seperti INSTO Dry Eyes, serta menjaga kebiasaan sehat dalam penggunaan layar digital, setiap orang bisa memiliki mata yang lebih nyaman dan penglihatan yang lebih baik.
Karena sejatinya, mata yang sehat adalah jendela produktivitas dan kualitas hidup yang lebih cerah.(**Hs)
Bebas Mata SePeLe: INSTO Ajak Masyarakat Sadar Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan