Jobuzo-Pembalap cilik asal Gunungkidul, Fabrizio Cetta Alexy atau akrab disapa Zio, kembali jadi sorotan. Bukan hanya karena prestasinya di lintasan balap, tapi juga karena dukungan luar biasa dari pihak sekolahnya, SD Muhammadiyah Bogor Playen Gunungkidul Jogjakarta.
Dibawah pimpinan Yuli Astuti, S.Pd.I, sekolah ini menunjukkan sikap positif dan inspiratif terhadap siswanya yang berprestasi di luar bidang akademik.
“Alhamdulillah pihak sekolah sangat mendukung, support selalu, ikut mendoakan dan mempermudah izin,” ungkap Intan, ibunda tercinta Zio.
Sinergi Hebat: Sekolah, Keluarga, dan Dunia Balap
Tak hanya dukungan moral, pihak sekolah juga aktif melakukan pemantauan dan komunikasi dengan keluarga. Bahkan, Ustadzah Atin, wali kelas Zio, ikut berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia pendidikan dan dunia balap sang murid.
Sinergi seperti ini patut diapresiasi. Dukungan dari sekolah menjadi motivasi besar bagi Zio dan timnya, Galls Racing JTMX Jogja X 123MiniGP Academy, untuk terus menorehkan prestasi.
Prestasi Konsisten di Dunia Balap Pocket Bike
Bicara soal prestasi, Zio memang bukan nama baru di dunia Pocket Bike dan MiniGP. Catatan balapnya terbilang impresif:
Hebatnya lagi, Zio konsisten tampil solid di berbagai event tersebut. Konsistensi ini tentu tak lepas dari semangat berlatih serta dukungan penuh dari keluarga dan sekolah. Kabarnya, akhir pekan ini (1-2/11) Zio bakal unjuk gigi lagi di gelaran Casytha Manahadap di Sirkuit NP. alun-Alun Purworejo, Jateng.
Prestasi Non-Akademik yang Bikin Bangga Sekolah
Menariknya, prestasi Zio di lintasan ternyata tak mengganggu dunia akademiknya. Berdasarkan pantauan pihak sekolah, nilai ulangan hariannya tetap bagus dan stabil.
“Kami selaku orang tua berusaha untuk terus memberi pendampingan baik akademik maupun non akademik,” tambah sang ibunda.
Inilah contoh nyata bahwa prestasi non-akademik bisa berjalan seimbang dengan pendidikan formal, jika mendapat dukungan dan bimbingan yang tepat.
Motivasi untuk Generasi Muda
Dukungan penuh dari sekolah seperti yang dialami Zio seharusnya jadi contoh bagi sekolah lain di Indonesia. Bahwa talenta anak-anak bangsa — baik di bidang akademik maupun olahraga — perlu ruang dan dukungan agar tumbuh maksimal.
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan dari berbagai pihak, Fabrizio Cetta Alexy siap melanjutkan kiprah hebatnya di dunia balap.
Gaspol terus, Zio!
