Lampung, Jobuzo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Pekon Payung, Kota Agung Barat, melakukan sosialisasi pemanfaatan buah kakao kepada warga setempat yaitu pembuatan bubuk cokelat, kerupuk kulit kakao, dan teh herbal dari kulit ari biji kakao. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat potensi besar buah kakao, tidak hanya pada bijinya, tetapi juga bagian lain seperti kulit buah dan kulit arinya yang selama ini jarang dimanfaatkan. Pengolahan utama dari buah kakao adalah pemanfaatan biji kakao. Biasanya, sebagian besar biji kakao akan diubah menjadi bahan setengah jadi, seperti bubuk kakao dan lemak kakao. Kulit kakao merupakan limbah samping yang paling banyak didapatkan dari pengolahan kakao dengan persentase mencapai 75%. Kulit kakao dibersihkan dan diambil bagian yang lunak (mesocarp).

Kulit kakao ini dapat dicampur dengan bahan bahan lain sehingga dapat membentuk adonan kerupuk dan melalui proses pengeringan. Selain kulit kakao, kulit ari biji kakao juga menjadi limbah pertanian karena akan dibuang setelah penyangraian kakao. Padahal, kandungan bioaktif pada kulit biji kakao tidak berbeda jauh dengan kandungan biji kakao. Kulit biji kakao dapat digunakan dalam proses pembuatan produk makanan, selain untuk menambah cita rasa pada suatu produk makanan, kulit biji kakao juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Melalui pengolahan yang tepat, seluruh bagian buah kakao dapat diubah menjadi produk pangan fungsional dan bernilai jual, seperti minuman bubuk, teh kulit ari kakao dan kerupuk kulit buah kakao.

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Payung yang diwakilkan oleh Sekertaris Desa menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN ITERA yang telah memberikan inovasi baru bagi masyarakat.
“Kami berharap ilmu yang dibagikan hari ini bisa menjadi bekal masyarakat dalam mengembangkan produk olahan kakao sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya. Kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan pemaparan materi, sesi diskusi, dan uji coba produk berbahan dasar buah kakao. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ide pengembangan yang muncul selama acara berlangsung.
Dosen Pengampu Lapangan (DPL) – Muhammad Rizky Ramanda, S.T.P. M.T.P – menegaskan bahwa program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi juga dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Pekon Payung untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perkebunan lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ITERA berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengolahan hasil perkebunan, khususnya kakao, sebagai kontribusi nyata dalam pengurangan food loss dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) mengapresiasi inisiatif mahasiswa ITERA dan berharap kelompok tani khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat mengimplementasikan sosialisasi tersebut untuk mendorong peningkatan UMKM di Pekon Payung. Dengan adanya program ini, diharapkan kelompok tani Pekon Payung dapat memanfaatkan limbah buah kakao untuk mengurangi limbah pertanian dan meningkatkan nilai guna dari buah kakao itu sendiri.

Kegiatan yang mendapatkan pendanaan dari Hibah Internal Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Teknologi Sumatera Skema Program Desa Binaan – Kuliah Kerja Nyata (PDB-KKN) Tahun 2025 dengan Nomor: 1999ax/IT9.2.1/PM.01.01/2025 yang diketuai oleh Ibu Masayu Nur Ulfa, S.Gz., M.Si. KKN ini merupakan kolaborasi dari dua belas mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Program Studi Teknologi Pangan, Pariwisata, Teknik Sipil, Teknik Material, Sains Data, dan Sains Aktuaria.
Mahasiswa KKN Rekognisi ITERA Lakukan Optimalisasi dan Sosialisasi Produk Pangan Berbasis Kakao di Pekon Payung, Tanggamus
