Surabaya, Jobuzo – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mendampingi dua pelaku UMKM kuliner di Surabaya dalam menerapkan digitalisasi usaha. Dua UMKM tersebut yakni Nasi Krengsengan 98 dan Pangsit Mie Ayam Berkah.
Pendampingan ini dilakukan oleh Rara, Fadel, Arfa, Jeryco, dan Mutiara di bawah bimbingan dosen pengampu Drs. Jupriono, M.Si. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (16/6/2026).
Para mahasiswa membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital secara sederhana. Fokus pendampingan diarahkan pada penggunaan QRIS untuk transaksi non-tunai serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Salah satu kendala yang kerap dialami pelaku usaha kuliner adalah menyiapkan uang kembalian saat melayani pembeli. Melalui penggunaan QRIS, transaksi dinilai menjadi lebih praktis karena pelanggan dapat membayar melalui aplikasi perbankan maupun dompet digital.
Selain memudahkan pelanggan, QRIS juga membantu pemilik usaha dalam mencatat transaksi agar lebih rapi dan mudah dipantau.
“Awalnya kita nggak terlalu paham soal QRIS. Tapi setelah didampingi ternyata cara pakainya mudah, apalagi pas melayani pembeli,” kata Candra, pemilik UMKM Pangsit Mie Ayam Berkah, Selasa (16/6/2026).

Selain pembayaran digital, mahasiswa UNTAG Surabaya juga mengenalkan penggunaan Instagram sebagai media promosi. Pemilik usaha diajak belajar mengambil foto produk menggunakan telepon genggam, mengatur tampilan profil usaha, hingga membagikan informasi menu dan jam operasional melalui fitur Instagram Feeds.
Pendampingan dilakukan secara langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Cara ini dinilai membuat materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Novi, pemilik UMKM Nasi Krengsengan Daging 98, mengaku sebenarnya memiliki keinginan untuk membuat konten promosi. Namun, ia sempat merasa ragu karena belum memahami cara membuat konten yang tepat.
Melalui pendampingan tersebut, pemilik UMKM mulai memahami bahwa digitalisasi usaha tidak selalu rumit. Pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.
“Habis dijelasin saya jadi paham, Mbak. Ternyata sangat memudahkan saya waktu jualan. Saya harap jualan saya juga lebih dikenal orang-orang lewat promosi digital itu tadi,” ujar Novi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Meski dimulai dari langkah sederhana, penggunaan QRIS dan media sosial diharapkan dapat membantu UMKM lebih siap menghadapi perkembangan zaman dan lebih dekat dengan pelanggan.
Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi 2 UMKM Kuliner Terapkan Digitalisasi