Oleh: Muhamad Nandi
Mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang
Jobuzo – Indonesia merupakan negara agraris yang masih bergantung pada penggunaan pupuk untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di sisi lain, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus tanpa diimbangi bahan organik dapat menurunkan kualitas tanah, seperti berkurangnya kandungan bahan organik, menurunnya aktivitas mikroorganisme, serta terganggunya struktur tanah. Oleh karena itu, pemanfaatan pupuk organik menjadi salah satu alternatif yang relevan dalam mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Salah satu sumber pupuk organik yang memiliki potensi besar adalah kotoran ayam petelur yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kragilan. Aktivitas peternakan ayam petelur menghasilkan limbah organik dalam jumlah yang cukup besar setiap hari. Apabila limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, akan terjadi akumulasi bahan organik yang menghasilkan gas amonia (NH₃), hidrogen sulfida (H₂S), dan metana (CH₄), sehingga menimbulkan pencemaran udara, bau tidak sedap, serta berpotensi mencemari tanah dan badan air. Sebaliknya, apabila diolah menjadi pupuk organik, limbah tersebut memiliki nilai guna yang tinggi bagi sektor pertanian.
Dari sudut pandang kimia pupuk, kotoran ayam petelur mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen berperan dalam pembentukan klorofil dan sintesis protein sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Fosfor berfungsi dalam pembentukan energi melalui ATP, merangsang perkembangan akar, serta meningkatkan pembentukan bunga dan buah. Sementara itu, kalium berperan dalam aktivasi enzim, pengaturan keseimbangan air, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Selain unsur hara makro, pupuk kandang ayam juga mengandung bahan organik yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Menurut pendapat saya, pemanfaatan kotoran ayam petelur milik BUMDes Desa Kragilan menjadi pupuk alami merupakan langkah yang tepat karena mampu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Namun demikian, kotoran ayam tidak sebaiknya diaplikasikan secara langsung ke lahan pertanian. Kandungan amonia yang masih tinggi dapat menyebabkan fitotoksisitas atau keracunan pada tanaman serta meningkatkan kehilangan nitrogen melalui proses volatilisasi. Oleh sebab itu, diperlukan proses pengomposan atau fermentasi menggunakan aktivator mikroba, seperti EM4, agar senyawa organik kompleks terdekomposisi menjadi bentuk yang lebih stabil dan unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman. Proses tersebut juga mampu menurunkan rasio karbon terhadap nitrogen (C/N), mengurangi bau, serta meminimalkan keberadaan mikroorganisme patogen.
Apabila dikelola secara optimal, pupuk organik berbahan kotoran ayam petelur dapat memberikan berbagai manfaat. Dari aspek agronomis, pupuk ini mampu meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK), memperbaiki pH tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta memperkaya populasi mikroorganisme yang berperan dalam siklus unsur hara. Dari aspek ekonomi, BUMDes memperoleh nilai tambah melalui penjualan pupuk organik sehingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Dari aspek lingkungan, pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk mendukung konsep ekonomi sirkular karena limbah diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat, sehingga mengurangi pencemaran dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Sebagai mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang, saya memandang bahwa pengolahan kotoran ayam petelur menjadi pupuk organik merupakan penerapan nyata ilmu kimia pupuk dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa limbah peternakan tidak hanya dapat dikurangi dampak negatifnya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara yang berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi pengomposan yang tepat, pengawasan mutu produk, serta keterlibatan masyarakat, BUMDes Desa Kragilan berpotensi menghasilkan pupuk organik berkualitas yang mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Pemanfaatan Kotoran Ayam Petelur Milik BUMDes Desa Kragilan sebagai Pupuk Alami dalam Perspektif Kimia Pupuk