CIREBON – Langit di wilayah RW 05 Penyuken, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, dipenuhi aneka layang-layang dalam gelaran Perlombaan Layang-Layang Penyuken Harjamukti, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana melestarikan permainan tradisional sekaligus mempromosikan produk UMKM pengrajin layangan yang ada di wilayah tersebut.
Lurah Harjamukti, Benny mengatakan, perlombaan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 36 peserta dari berbagai RW di Kelurahan Harjamukti ambil bagian dalam perlombaan yang menggunakan sistem gugur.
“Total ada 36 peserta. Pertandingannya menggunakan sistem gugur, jadi diadu satu lawan satu hingga akhirnya menghasilkan tiga juara terbaik,” ujar Benny.
Menurutnya, setiap peserta mendaftarkan diri secara perorangan dengan biaya registrasi sebesar Rp5.000. Seluruh peserta juga diwajibkan membawa perlengkapan layang-layang masing-masing sehingga penyelenggara hanya memfasilitasi jalannya perlombaan.
“Peserta menyiapkan sendiri layangan beserta perlengkapannya. Pendaftaran hanya Rp5.000 per orang,” katanya.
Persaingan berlangsung sengit sejak babak awal. Masing-masing peserta berusaha mempertahankan layang-layangnya agar mampu mengalahkan lawan dalam duel udara. Sistem pertandingan satu lawan satu membuat setiap laga berlangsung seru dan menghibur warga yang menyaksikan.
Bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, panitia telah menyiapkan piala serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan sportivitas mereka selama mengikuti perlombaan.
Lebih dari sekadar kompetisi, Benny menjelaskan bahwa festival ini memiliki tujuan yang lebih luas, yakni mengangkat potensi ekonomi masyarakat. Pasalnya, di RW 05 Penyuken terdapat sejumlah warga yang selama ini menekuni usaha pembuatan layang-layang.
“Di wilayah RW 05 ada pengrajin layangan. Melalui festival ini kami ingin mengenalkan sekaligus mempromosikan hasil karya mereka agar semakin dikenal masyarakat dan mampu meningkatkan penjualan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM lokal, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Selain menjadi hiburan bagi warga, Perlombaan Layang-Layang Penyuken Harjamukti juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga Kelurahan Harjamukti. Seluruh peserta yang mengikuti perlombaan merupakan warga dari wilayah Kelurahan Harjamukti, sehingga suasana kekeluargaan sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Benny berharap perlombaan seperti ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun. Menurutnya, selain menjadi agenda rekreasi masyarakat, kegiatan tersebut mampu mendorong pelestarian budaya permainan tradisional sekaligus menjadi wadah promosi bagi UMKM lokal yang memiliki potensi untuk berkembang lebih besar.
Melalui perpaduan antara olahraga tradisional, hiburan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Perlombaan Layang-Layang Penyuken Harjamukti diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat kebersamaan warga sekaligus mengangkat nama Kelurahan Harjamukti sebagai salah satu sentra pengrajin layangan di Kota Cirebon.***
Perlombaan Layang-Layang Penyuken Harjamukti Hidupkan Permainan Tradisional dan UMKM – dialogindonesia
