JAKARTA, Jobuzo – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) kembali menunjukkan dedikasi dan ketangguhan relawannya dalam misi kemanusiaan. Tidak hanya andal dalam operasi Search and Rescue (SAR) di medan bencana, para relawan UAR juga tampil serbabisa, mulai dari mengelola dapur lapangan hingga membantu percepatan pemuatan logistik di atas kapal kemanusiaan menuju Aceh.
Hal tersebut terlihat dalam perjalanan Kapal Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Oemarraseed Kalla Lines yang ditumpangi relawan UAR menuju wilayah terdampak bencana di Aceh yang berangkat dari Pelabuhan Domistik Tanjung Periok, Jakarta, Ahad 4 Januari 2026 lalu. Selama pelayaran, personel UAR mengambil peran memasak untuk seluruh relawan lintas organisasi yang berangkat bersama.
Dua relawan UAR muslimat, Amanah Sriwigati dan Sholihat, serta Nurul Priansah, anggota UAR dari Jabodetabek mengelola dapur dan bahan pangan yang disediakan pihak kapal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 72 relawan selama perjalanan. Bagi UAR kegiatan memasak dan saling membantu sudah menjadi bagian semangat kebersamaan (berjama’ah) dalam misi kemanusiaan.
“Alhamdulillah, kami bisa saling membantu beramal sholih apa saja. OpSAR oke, driver bisa, memasak pun bisa, yang penting bermafaat bagi orang lain,” tutur Nurul Priansah dalam unggahan vidio yang dikirimkan dalam perjalanan kapal, Selasa (6/1/2026).
Tak hanya itu, kepedulian dan kepekaan situasi juga ditunjukkan Tim UAR saat Kapal Kemanusiaan PMI Oemarraseed Kalla Lines yang dijadwalkan berangkat hari Sabtu (3/1) pukul 22.00 WIB hingga Ahad siang masih bersandar di dermaga disebabkan proses pemuatan logistik memakan waktu lebih lama karena besarnya jumlah bantuan yang diangkut, termasuk bantuan negara berupa 500 ton beras untuk masyarakat Aceh
Tim UAR yang akan melaksanakan tugas kemanusiaan di Aceh Tamiang dan sekitarnya dengan sigap langsung turun membantu proses loading dan doorlog logistik di atas kapal. Para relawan yang dipimpin Muqarrobin turut menurunkan ratusan karung beras dari atas truk ke deck kapal. dengan harapan kapal dapat segera berlayar menunju Belawan, Lhokseumawe dan Banda Aceh.
“Sebetulnya rencana awal Sabtu pukul 10 malam kapal close. Tapi ternyata berbagai bantuan masih datang, termasuk beras 500 ton bantuan negara untuk masyarakat Aceh belum selesai diturunkan semua, jadi mundur beberapa jam keberangkatan kapalnya,” ujar Ilham Huznul, Kepala Logistik PMI Pusat, Ahad pagi.
Saat yang ditunggu-tunggu puluhan relawan UAR dan organisasi kemanusiaan lain akhirnya tiba. Pukul 16.50 Kapal Oemarraseed Kalla Lines lepas sandar dari Pelabuhan Domistik Tanjung Periok setelah sebelumnya semua relawan mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di luar kapal.
Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue, H. Endang Sudrajat kepada media ini menyampaikan bahwa para relawan gelombang III ini akan melaksanakan tugas amal shalih kemanusiaan di sejumlah wilayah Aceh, seperti Aceh Tamiang, Kekening, Langsa, Bener Meriah, serta daerah lainnya hingga akhir Januari 2026.
“Fokus utama misi kemanusiaan meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial. UAR juga merencanakan perluasan wilayah bantuan ke daerah-daerah yang masih jarang mendapat bantuan, seperti Bener Meriah dan Kekening serta daerah lain,” kata Endang Sudrajat.
Rangkaian misi kemanusiaan UAR di Sumatera ini nantinya akan diakhiri dengan acara penutupan resmi yang melibatkan tokoh masyarakat, pejabat setempat, serta warga sekitar Aceh Tamiang. Sebelum penutupan, pengurus UAR pusat juga akan menggelar pelatihan thibbun nabawi (bekam) dan layanan kemanusiaan lainnya, sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan untuk masyarakat Aceh.
“Tim relawan juga kami harapkan dapat meninggalkan kenang-kenangan berupa hunian sementara (huntara) untuk warga Aceh yang kehilangan rumahnya akibat dilanda banjir bandang dan tanah longsor atau membangun masjid sederhana untuk ibadah masyarakat,” ujar Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat. [am]
Relawan UAR Serbabisa, Dari Dapur Kapal Hingga Dorlog Bantuan Aceh