LUMAJANG, Jobuzo – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur hingga kini masih kerap mengalami erupsi. Ahad pagi (21/12/2025) gunung yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Malang ini meletus lagi hingga ketinggian kolom mencapai 1.200 meter di atas puncak, menyemburkan abu vulkanik berwarna putih dengan intensitas sedang. Saat ini status Gunung Semeru masih pada level Siaga.
“Gunung Semeru mengalami erupsi Ahad pukul 05.46 WIB dengan ketinggian kolom mencapai 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan air laut dan saat ini status gunung masih dalam level III atau Siaga,” kata Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dalam keterangan tertulisnya, Ahad (21/12).
Menurut Liswanto, sejak Ahad pukul 00.26 hingga pukul 06.00 WIB Gunung Semeru telah erupsi sebanyak enam kali. Tinggi kolom letusan bervariasi mulai 500 hingga 1.200 meter di atas puncak gunung.
Letusan dahsyat Gunung Semeru terjadi pada 19 November 2025 mengeluarkan material vulkanik berupa lahar dingin dan gulungan abu panas melewati aliran sungai Desa Sumberwuluh hingga sejauh 14 kilomter. Menurut catatan Basarnas, sebanyak 956 warga mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
UAR Terus Memantau
Sementara itu, personel Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jawa Timur, Ahmad Ming, terus memantau kondisi Gunung Semeru dari Jembatan Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang berjarak sekitar 13 kilometer dari gunung tersebut.
“Hampir tiap hari saya sendiri memantau kondisi Gunung Semeru dari kawasan Jembatan Gladak Perak yang dilalui awan panas pada letusan 19 November lalu,” kata Ahmad Ming saat dihubungi, Ahad (21/12/2025).
Ahmad Ming yang hampir setiap hari mengirimkan vidio situasi dari kaki Gunung Semeru mengungkapkan bahwa saat terjadi erupsi November 2025 awan panas yang melintasi Jembatan Gladak Perak telah menghancurkan 50 rumah penduduk dan menyebabkan dua orang terbakar wajah dan lengannya saat melintasi jembatan.
“Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Lumajang dan Kabupaten Malang saat ini dijaga petugas PUPR, Damkar dan dari intansi terkait lain dengan kendaraan penyemprot air. Jalan di sekitar jembatan setiap saat disemprot supaya tidak licin dan membahayakan pengendara yang lewat,” ujar Ahmad Ming.

Jembatan Gladak Perak juga sering ditutup total saat aktivitas Gunung Semeru sedang meningkat demi keselamatan warga dan pengguna jalan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama relawan/komunitas CB Motor saat ini sedang membangun hunian sementara (Huntara) di Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.
“Alhamdulillah dua huntara untuk warga pengungsi sudah kami buat. Kami membutuhkan bantuan material seperti asbes dan terpal untuk membangun lebih banyak hunian sementara,” ujar Ahmad Ming.
Hingga saat ini anggota UAR Korwil Jawa Timur, Ahmad Ming, beramal sholeh sendiri memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dari Desa Sumberwuluh. “Saya sendirian turun ke kaki Gunung Semeru melihat keadaan. Kalau ada letusan saya langsung naik,” ungkapnya.
Ahmad Ming mengharapkan ada anggota UAR lain yang ikut turun ke lokasi bencana membantu para warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Beberapa waktu lalu pembina UAR Korwil Jawa Timur, Abdul Karim, berkunjung ke Lumajang. “Beliau menyaksikan aktivitas Gunung Semeru dari Jembatan Gladak Perak,” ujarnya. [am]
Semeru Masih Erupsi, Relawan UAR Terus Memantau
