Majalengka, Jobuzo – Atmosfir langit senja belum sepenuhnya turun, ketika rombongan dari QUPRO Indonesia dan JEMARI Majalengka memasuki halaman Pondok Pesantren IIBS Al Bayan, Kamis, 17 Juli 2025. Jam menunjukkan pukul 17.30. Di ruang utama, Habib Anis bin Umar Assegaf sudah menunggu, dengan senyum khas yang menghangatkan tapi menyimpan kedalaman ilmu dan iman.
Silaturahim berlangsung sederhana, tanpa hal-hal formalitas, penuh intensitas pembicaraan. Sorotan utamanya: Palestina. Dan bagaimana Majalengka, tanah yang selama ini dikenal teduh dan bersahaja, harus bisa mengambil peran lebih besar dalam panggung nurani umat Islam.
_“Kalau kita ingin Allah peduli kepada kehidupan kita, maka kita harus peduli pada Palestina,”_ ujar Habib Anis, sebelum adzan berkumandang dan memimpin salat maghrib berjamaah bersama para tamunya. Kalimat itu tidak dilontarkan seperti biasa. Ia menyentak. Menggugah. Mengandung getar langit yang hanya bisa dirasakan jika seseorang bicara dari kedalaman ilmu dan iman.
Seruan dari Tanah Ulama
Dalam pertemuan itu, tim QUPRO dan JEMARI Majalengka menyampaikan rencana kegiatan keummatan yang sedang persiapkan: Aksi Bela Palestina dan Konser Amal, yang akan digelar di Lapangan GGM Majalengka, pada Ahad, 31 Agustus 2025. Acara ini akan diawali dengan salat subuh berjamaah di Masjid Ulul Albab Universitas Majalengka (UNMA) dan berlanjut hingga tengah hari dengan berbagai agenda penggalangan solidaritas, termasuk penampilan band nasional ternama dan orasi kemanusiaan.
Habib Anis menyambut penuh antusias. Baginya, ini lebih dari sekadar acara. Ini adalah isyarat langit. Bahwa umat Islam Indonesia, khususnya di daerah seperti Majalengka, harus menjadi bagian dari simpul suara global. _“Kita tidak bisa berharap perubahan, jika umat terus diam,”_ ujarnya, lirih tapi mantap.
QUPRO dan Konsolidasi Nurani
Bagi QUPRO Indonesia, kehadiran ulama seperti Habib Anis dalam simpul perjuangan adalah energi tambahan yang tak tergantikan. CEO QUPRO Indonesia, Ali Amril, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari gelombang penyadaran publik yang terus mereka bangun dari berbagai kota di Indonesia.
_“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh elemen dari penjuru negeri untuk terus menyuarakan keadilan dan kemanusiaan,”_ ujar Ali Amril
Bersama JEMARI Majalengka, yang selama ini aktif dalam gerakan sosial dan edukasi publik, QUPRO mendorong Majalengka mengambil oeran lebih dari sekadar tempat perhelatan, tetapi menjadi titik bangkit baru, sebuah mimbar nurani dunia dari kota angin, untuk menyampaikan jerit sunyi dari Gaza ke seluruh penjuru tanah air.
31 Agustus: Dari Sujud Subuh Menuju Gema Perlawanan
Aksi Bela Palestina yang akan digelar 31 Agustus mendatang adalah panggung kesadaran global. Dari sujud subuh di kampus UNMA, hingga konser amal yang mengetuk hati, acara ini dirancang sebagai senyawa antara kekuatan spiritual dan ekspresi budaya yang membangkitkan empati.
Habib Anis sudah menyampaikan komitmennya. Ia akan menyerukan langsung kepada umat Islam Majalengka untuk datang. _”Kalau kita peduli, Allah akan turun tangan,”_ katanya, lagi-lagi tanpa intonasi tinggi, tapi cukup untuk mengguncang ruang.
Silaturahim ini berlangsung kurang dari satu jam. Namun gema kata-katanya akan hidup lebih lama dalam relung hati yang menggerakkan. Sebab yang disuarakan lebih dari sekadar acara, lebih dari sekadar Palestina. Namun tentang siapa kita, sebagai manusia, sebagai umat, sebagai bangsa, di tengah dunia yang terus kehilangan keberanian untuk bersikap.
Seruan Kuat Habib Anis Hadiri Aksi Bela Palestina Majalengka 31/8/25 : “Jika Kita Peduli Palestina, Allah Akan Peduli pada Kehidupan Kita
.jpg/800?w=300&resize=300,300&ssl=1)