Jobuzo – Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Dinkopdatin (Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, & Perindustrian) Drs. H Asykur Abu Bakar, M.Si, memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Pangkep dalam kondisi aman. Kepadatan dan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dipastikan akibat panic buying dan keterlambatan pengiriman imbas arus balik, bukan karena kelangkaan stok.
Asykur menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina Provinsi di Makassar. Dari hasil koordinasi tersebut, Pertamina menjamin tidak ada kelangkaan BBM meski saat ini tengah beredar isu viral mengenai terhambatnya kapal Pertamina di Timur Tengah.
“Sampai saat ini Pertamina belum pernah mengeluarkan pernyataan bahwa stok BBM langka. Ketersediaan tetap ada, persediaan aman mulai dari pusat sampai di Makassar. Kami mengimbau masyarakat jangan panik,” ujarnya Asykur saat dikonfirmasi, Selasa.
Penyebab Antrean: Panic Buying dan Keterlambatan Logistik
Asykur menjelaskan, penumpukan kendaraan yang mayoritas terjadi di SPBU area Kota Pangkajene murni disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang termakan isu kelangkaan dan rencana kenaikan harga BBM.
Menurut pantauan di lapangan, kepanikan ini mengubah pola konsumsi warga secara drastis. Berdasarkan laporan dari penanggung jawab SPBU di Pangkajene, warga yang biasanya hanya mengisi 10 liter kini mendadak melipatgandakan takarannya.
“Masyarakat panik gara-gara pemberitaan yang viral. Rata-rata yang dulu cuma isi 10 liter, sekarang dia isi sampai 40, 50, bahkan 60 liter. Ini yang membuat antrean menjadi lama,” ungkapnya.
Terkait kekosongan yang sempat terjadi di beberapa titik, seperti di SPBU Kalibone, Asykur mengklarifikasi bahwa hal itu murni karena kendala teknis distribusi. Kepadatan lalu lintas arus balik libur Lebaran dari arah Makassar menyebabkan armada tangki BBM terjebak macet.
“Ada sedikit keterlambatan suplai karena macet arus balik dari Makassar yang bisa sampai 2 jam. Jadi masyarakat di Kalibone sempat menunggu sekitar satu jam, setelah tangki tiba pengisian kembali normal,” jelasnya.
Pengawasan Ketat Cegah Penimbunan
Untuk mencegah tindakan penimbunan yang dipicu oleh kepanikan warga, Dinas Dinkopdatin telah menerjunkan staf ke lapangan guna memantau langsung situasi di tujuh SPBU utama di Pangkep. Ketujuh SPBU tersebut tersebar di wilayah Kalibone, Bungoro, Labbakkang, Ma’rang, Segeri, Mandalle, hingga kawasan Pangkajene.
Pihaknya juga secara tegas memperingatkan oknum masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi ini dengan melakukan penimbunan BBM.
“Masyarakat jangan panik agar tidak memicu tindakan mengambil berkali-kali untuk ditimbun. Ini menjadi atensi kami bersama Pertamina, karena menimbun BBM itu jelas melanggar hukum,” tegasnya.
Hingga saat ini, dari hasil pantauan staf dan konfirmasi via telepon dengan para penanggung jawab SPBU, situasi di sepanjang jalur lintas daerah Kabupaten Pangkep diklaim masih terkendali. Antrean panjang kendaraan truk di jalan raya dinilai masih dalam batas kewajaran dan aktivitas pengisian berjalan lancar. Pemerintah daerah juga akan terus mengecek kesesuaian data distribusi harian BBM dari Pertamina guna menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Stok BBM Pangkep Dipastikan Aman, Antrean Terjadi Akibat Panic Buying