Surabaya, Jobuzo — Dalam semangat membangun kemandirian dan meningkatkan keterampilan masyarakat penyandang disabilitas, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP JBTB menyelenggarakan Pelatihan Terapi Tangan Cahaya: Spesial Pijat Tuna Netra di Yayasan Bina Tuntas, Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Acara ini menjadi momentum penting dalam membuka ruang aktualisasi diri bagi para tunanetra agar dapat lebih profesional dan percaya diri dalam menjalani profesi sebagai terapis pijat. Diikuti oleh lebih dari 15 peserta, seluruhnya adalah penyandang disabilitas netra yang telah menunjukkan semangat belajar luar biasa.
Acara dibuka secara resmi oleh Manajer YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada peserta yang hadir dan terus semangat mengembangkan diri. Ia menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen YBM PLN dalam memberdayakan umat secara nyata dan terarah.
“Ini adalah momentum untuk meningkatkan kapasitas diri menjadi lebih profesional. Dengan keterampilan yang baik, insyaAllah para sahabat Tuna Netra bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam kebutuhan pijat terapi. Mari kita pegang prinsip: membuka hati, membuka peluang,” ungkapnya dalam sambutan hangat.
Kegiatan pelatihan tidak hanya berisi teori, tetapi juga pemantapan nilai dan motivasi diri. Materi pertama disampaikan oleh Zainul Muttaqin, MA., seorang akademisi dan motivator yang menekankan pentingnya optimisme serta semangat pantang menyerah dalam proses hidup.
“Menjadi tunanetra bukanlah sebuah kekurangan, tetapi bentuk lain dari kelebihan jika kita mampu mengolahnya. Jangan fokus pada rintangan, fokuslah pada potensi yang dimiliki,” tutur Zainul memberi semangat.
Usai sesi motivasi, pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung yang dipandu oleh Wawan Setiawan, alumni pendidikan Masseur Bina Tuntas dan instruktur pijat terapi profesional. Beliau membimbing peserta dengan metode aplikatif berbasis teori anatomi, titik syaraf, serta etika pelayanan terhadap klien.
Selama pelatihan, peserta diajak untuk memahami bagaimana teknik dasar hingga teknik lanjutan dalam pijat terapi, seperti pemijatan relaksasi otot, titik refleksi kaki dan tangan, hingga terapi pemulihan ringan. Sesi ini menjadi bagian paling dinanti karena menambah keterampilan langsung yang bisa diterapkan dalam praktik harian.
Pelatihan ini juga menjadi sarana membangun jejaring antar peserta dan instruktur, sehingga memungkinkan kolaborasi ke depan baik dalam komunitas maupun pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu peserta, Andik, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan.
“Terima kasih kepada YBM PLN dan para donatur. Kami merasa lebih tahu bagaimana menjadi terapis yang baik, bukan hanya bisa memijat, tapi juga punya sikap profesional. Ini akan membantu kami lebih berdaya, dan membuat keluarga kami lebih bahagia,” ujarnya penuh haru.
Melalui program ini, YBM PLN UIP JBTB berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang menjejak manfaat dan mampu mensejahterakan umat, khususnya kelompok-kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
“Kami ingin pelatihan ini bukan sekadar seremoni, tapi menjadi awal dari perubahan. Harapannya, ini dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata,” tutup Fatkhurrozi.
YBM PLN UIP JBTB Gelar “Pelatihan Terapi Tangan Cahaya” untuk Pijat Tuna Netra di Surabaya
