Jobuzo – Mulai dirilis secara publik pada tahun 2016 silam, akhirnya Figma—perusahan unicorn perangkat lunak desain—berhasil melantai di bursa saham tahun ini.
Dalam debutnya di lantai bursa, saham perusahaan berhasil melonjak hingga 250 persen di hari pertama, ditutup pada harga sekitar USD115,50 yang menjadikan valuasi perusahaan hampir mencapai USD68 miliar (sekitar Rp1.106.360 triliun).
Pencapaian Figma ini merupakan lonjakan harga terbesar di hari pertama untuk IPO teknologi senilai miliaran dolar dan mengukuhkan statusnya sebagai indikator kebangkitan pasar IPO teknologi.
Momentum ini juga menjadi salah satu peristiwa penting bagi Silicon Valley. Sebab, sejak 2022 silam, Silicon Valley telah mengalami kelangkaan IPO akibat melonjaknya inflasi dan kenaikan suku bunga.
Baca Juga :
Kesuksesan Figma tak ayal membuat pundi-pundi kekayaan pendiri sekaligus CEO mereka, Dylan Field, ikut meroket. Saat ini, kekayaan Dylan Field tembus menjadi sekitar USD5 miliar atau di kisaran Rp84 triliun dengan kepemilikan saham di Figma sekitar USD6,6 miliar (Rp108 triliun).
Namanya kemudian disejajarkan dengan Mark Zuckerberg dan Bill Gates karena sama-sama di DO dari universitas namun berhasil menjadi miliarder. Ketiganya juga sama-sama pendiri perusahaan teknologi yang sukses.
Sebelum fokus mengembangkan Figma, Dylan sempat menempuh pendidikan di Universitas Brown. Ia mulai mendirikan Figma di tahun 2012 bersama teman sekelasnya, Evan Wallace. Semasa menjadi mahasiswa, ia bertahan setidaknya selama 2,5 tahun sebelum benar-benar drop out dari salah satu jajaran universitas Ivy League tersebut.
Baca Juga :

Sepanjang masa kuliahnya yang singkat, Dylan mengisi waktu dengan magang selama sembilan bulan sebagai asisten peneliti di Microsoft, magang sebagai analisis data selama empat bulan di LinkedIn, dan dua kali magang di perusahaan perangkat lunak agregasi Flipboard.
Dylan memutuskan untuk fokus mengembangkan Figma setelah ia menerima Thiel Fellowship yang merupakan sebuah hibah senilai $100.000 (sekitar Rp1,627 triliun) bagi wirausahawan muda. Pencapain ini turut menjadi benang merah yang membuatnya—lagi-lagi—memiliki kesamaan dengan Mark Zuckerberg.
Baik Dylan Field dan Mark Zuckerberg punya hubungan “khusus” dengan Peter Thiel. Di mana Mark merupakan mendapatkan cek pertamanya untuk Facebook dari Thiel pada tahun 2004, dan Dylan yang masuk ke batch kedua dari Thiel Fellowship program di tahun 2012.
Figma Sukses Melantai di Bursa, Dylan Field Kini Jadi Miliuner
