Jobuzo – Dusun pakis 1, Dlingo, diberkahi dengan panorama alam yang subur, menjadikannya lumbung bagi para peternak lokal. Hamparan rumput gajah atau kolonjono tumbuh melimpah ruah di pinggiran Kali Oyo maupun beberapa lahan warga, hal ini menjamin ketersediaan pakan segar yang nyaris tak terbatas. Namun, di balik kelimpahan ini, tersimpan tantangan klasik: Bagaimana Mengelola Pakan dalam Jumlah Besar Secara Efisien? Tanpa pengolahan yang tepat, rumput yang melimpah ini cenderung mudah layu dan dapat membusuk, memaksa peternak untuk tetap menghabiskan waktu serta tenaga untuk mencari pakan setiap hari. Menyadari hal tersebut, Kelompok 10 KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) datang membawa solusi inovatif: Pelatihan Pembuatan Silase, sebuah teknik pengolahan pakan fermentasi yang mengubah rumput segar menjadi cadangan pakan bernutrisi tinggi.
Pendekatan yang dilakukan tim KKN UMBY Kelompok 10 sangatlah matang. Untuk memastikan seluruh peternak dapat berpartisipasi tanpa mengganggu jadwal harian mereka, tim membagi pelatihan menjadi dua sesi. Sesi pertama pada pukul 10.00 WIB, dengan partisipasi antusias dari warga RT 1 dan RT 2. Sementara sesi kedua diadakan pada malam hari, pukul 20.00 WIB, untuk mengakomodasi warga RT 3 dan RT 4 yang baru selesai dari aktivitas harian mereka. Pembagian waktu yang fleksibel ini berhasil mengumpulkan total 40 peternak yang haus akan pengetahuan baru.
Kolaborasi dalam tim KKN menjadi pemandangan yang menginspirasi. Dipimpin oleh Fatikha sebagai ketua kelompok, seluruh angggota menunjukkan sinergi yang luar biasa. Dewi yang merupakan mahasiswa dari fakultas peternakan serta Lidiya yang merupakan mahasiswa psikologi, menjadi fasilitator utama yang memimpin setiap tahap penjelasan yang lugas. Ia didukung oleh oleh Aura, Tiara, Valen, Dini, dan Rasendria dari Fakultas Psikologi, yang berperan penting dalam membangun interaksi dan komunikasi yang hangat dengan warga. Serta Julio dan Zul, yang dengan cekatan mengabadikan setiap momen hangat kami dengan warga. Pembagian peran ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi jauh lebih penting daripada spesialisasi keilmuan.

Demonstrasi praktik dimulai dengan dengan bahan yaang sudah akrab di tangan warga, yaitu rumput gajah segar. Tim KKN telah menyiapkan total 20 kg rumput gajah yang telah dicacah. Proses pencacahan yang menggunakan golok dan arit menciptakan suasana yang akrab dan menghilangkan jarak antara mahasiswa dengan warga. Inti dari demonstrasi adalah saat tim KKN memperkenalkan “rabuan ajaib” yang memicu fermentasi dengan campuran molase, EM4, dan bekatul. Aroma manis dari molase yang berpadu dengan rumput segar menimbulkan rasa penasaran yang mendalam. Warga melihat bagaimana bahan-bahan sederhana yang mudah didapat kini memiliki nilai baru sebagai agen pengawet pakan.
Pada akhir sesi, setiap peternak menyaksikan bagaimana rumput yang telah dicampur dipadatkan kedalam trash bag hingga padat dan kedap udara. Proses ini bukan hanya sekadar teknis, melainkan investasi waktu dan harapan. Warga belajar bahwa dengan proses yang benar, pakan ternak dapat disimpan untuk jangka waktu lama tanpa kehilangan nutrisi. Harapan mereka sangat sederhana namun kuat, yaitu bisa memanfaatkan bahan-bahan murah untuk memastikan ternak, sehingga baik sapi maupun kambing mendapatkan nutrisi yang lebih baik.

Fatikha selaku Ketua Kelompok KKN Kelompok 10, menegaskan visi besar di balik program ini, ”kami ingin memberikan solusi yang berkelanjutan. Silase adalah untuk efisiensi. Dengan teknik ini, peternak bisa mengubah rumput yang melimpah menjadi ’tabungan’ pakan yang selalu siap sedia. Jadi, mereka tidak perlu lagi khawatir soal pakan dan bisa lebih fokus pada pengembangan ternak,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menyisakan tumpukan silase, tetapi juga warisan pengetahuan yang berharga. KKN UMBY Kelompok 10 berhasil membuka mata warga Dusun Pakis 1 tentang pentingnya manajemen pakan yang strategis. Diharapkan, keterampilan ini akan terus hidup, mengubah cara pandang mereka dari sekadar pencari pakan menjadi pengelola pakan yang cerdas. Ikatan yang terjalin antara mahasiswa dan warga menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tulus adalah kunci untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan komunitas.
Pakan Berlimpah: KKN UMBY 10 Mengajarkan Pembuatan Silase di Dusun Pakis 1