Jobuzo – YouTube turut mengambil langkah tegas menanggapi situasi yang tengah memanas di Tanah Air.
Sebelumnya, platform TikTok melakukan pembatasan akses untuk fitur Live mereka. Dalam keterangannya, pembatasan akses ini dilakukan akibat meningkatnya akses kekerasan dalam aksi demo beberapa waktu terakhir di Indonesia.
Sementara itu, untuk alasan yang serupa, YouTube turut mengambil tindakan demi menjaga ruang berbagai informasi tetap aman dan sesuai pedoman komunitas. Menurut perwakilannya, YouTube telah mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya yang melanggar Pedoman Komunitas.
“Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, tim kami bekerja tiada henti untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya yang melanggar Pedoman Komunitas,” ungkap perwakilan YouTube di Indonesia.
Baca Juga :

Bagi YouTube, keamanan komunitas adalah hal utama. Karena itu, YouTube memprioritaskan penyebaran informasi dari sumber terpercaya agar tetap menjadi platform andalan masyarakat dalam mencari informasi.
“Kami juga memprioritaskan penyebaran konten berita dari sumber terpercaya, menampilkannya secara menonjol di beranda YouTube, hasil penelusuran, serta rekomendasi,” jelas perwakilan YouTube.
Lanjutnya, “Prioritas utama kami adalah keselamatan komunitas, dan kami akan terus memastikan YouTube mengambil langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami serta tetap menjadi platform yang terpercaya bagi semua masyarakat Indonesia.”
Baca Juga :

Pedoman Komunitas YouTube
YouTube terus memastikan agar konten-konten pada platform mereka sesuai dengan pedoman komunitas. Hal ini dilakukan agar YouTube tetap menjadi platform yang seru dan menyenangkan bagi semua orang.
Untuk mengurangi penyebaran konten-konten yang melanggar pedoman, YouTube telah menyediakan ruang untuk melaporkan konten tersebut.
Lewat blog resminya, YouTube menuliskan bahwa kebijakan tersebut berlaku untuk semua jenis konten di platform, termasuk konten tidak publik dan pribadi, komentar, link, postingan, serta thumbnail.
Adapun hal-hal yang dilarang oleh pedoman komunitas YouTube sebagai berikut:
- Spam dan praktik penipuan.
- Konten sensitif. Contohnya konten yang mengandung seks dan ketelangjangan, serta konten yang berisi aksi menyakiti diri sendiri.
- Konten berisi ujaran kebencian, perilaku predator, kekerasan seksual, serangan berbahaya, dan konten yang mendorong tindakan berisiko.
- Mempromosikan barang yang tidak dapat dijual ke YouTube.
- Konten yang berisi informasi menyesatkan dan bersifat menipu dengan risiko serius.
Namun, YouTube juga memberi beberapa pengecualian. “Terkadang, konten yang seharusnya dianggap melanggar Pedoman Komunitas kami dapat dibiarkan tersedia di YouTube jika disertai konteks Pendidikan, Dokumenter, Ilmiah, atau Artistik (EDSA). Dalam kasus demikian, konten tersebut mendapatkan pengecualian EDSA,” tulis YouTube.
Cegah Hoaks dan Misinformasi Demo, YouTube Ambil Tindakan Tegas
