Jobuzo – Pertamina merilis hasil investigasi BBM Pertalite di Jawa Timur yang banyak dikeluhkan menjadi penyebab brebet pengendara bermotor. Pihak Pertamina Patra Niaga pun membeberkan hasil investigasi BBM Pertalite mereka.
Pertamina Patra Niaga bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan beberapa pihak lainnya telah menemukan hasil investigasi penyebab banyaknya pengendara motor di Jawa Timur yang mengalami brebet.
Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Chayo Setyo Wibowo mengungkapkan kalau Lemigas telah melakukan sampel Pertalite di SPBU Jawa Timur untuk uji laboratorium.
“Sampai hari ini didapatkan hasil yang bahasa secara legalnya, adalah on spesifikasi, atau sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu untuk jenis produk Pertalite. Ini mengacu ke SK DDN Migas Nomor 486 Tahun 2017,” ujar Cahyo seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga :

Mars Ega selaku Direktur Utama Pertamina Patra Niaga pun memberi perhatian terhadap isu ini dan masih membuka layanan pengaduan di hampir 300 SPBU.
“Dalam melakukan penyaluran BBM ini, baik di Pertamina maupun di SPBU khususnya, itu ada SOP, tata cara, prosedur yang harus dilaksanakan untuk memastikan agar BBM itu kualitasnya baik, tidak tercampur air, dan tidak menimbulkan kerugian untuk masyarakat,” jelas Ega.
Di saat yang bersamaan, terdapat perwakilan mekanik bengkel otomotif di Surabaya bernama Juanda. Dirinya mengatakan fenomena gangguan pada kendaraan bukan disebabkan oleh bahan bakar melainkan berasal dari komponen kendaraan yaitu busi.
“Masalah brebet itu bisa disebabkan banyak hal. Di bengkel kami, kami periksa dulu tekanan pompa bensin, sensor-sensor injeksi, dan kondisi busi. Dari banyak kasus yang datang, ternyata yang paling sering penyebabnya ada di busi. Setelah diganti, mesin langsung kembali normal,” sebut Juanda.

Pasalnya hingga 5 November 2025, sudah terdapat 782 laporan konsumen terkait keluhan performa setelah mengisi Pertalite yang kini ditangani bengkel resmi Pertamina.
Mayoritas di antaranya selesai setelah pembersihan tangki dan penggantian bahan bakar yang lebih bagus yakni Pertamax Turbo.
“Langkah awal, kuras Pertalite dan isi Pertamax Turbo. Kalau mesin normal, aman. Kalau masih berebet, baru cek filter dan busi,” ujar Anton Agus Wijaya pemilik bengkel Libra Motor yang banyak menangani puluhan motor brebet di Jawa Timur.
Baca Juga :

Pertanyannya, jika benar masalahnya datang dari busi, mungkinkah 782 kendaraan bermotor mengalami keausan busi secara bersamaan?
Berdasarkan penelusuran Jobuzo ke situs resmi Yamaha yang menuliskan tips penggunaan busi, komponen ignition tersebut bisa rusak jika kualitas bahan bakar buruk.
“Penggunaan bahan bakar dengan kualitas rendah atau oktan yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin bisa menyebabkan endapan karbon di sekitar elektroda busi. Endapan ini akan menghambat percikan api yang dihasilkan busi, membuat proses pembakaran jadi tidak efisien,” tulis tips di situs Yamaha.
Nah pertanyaannya, apakah benar 782 laporan yang mengeluhkan kendaraannya menjadi brebet setelah isi Pertalite itu karena busi yang sudah aus? Atau businya menjadi aus setelah menggunakan Pertalite?
Bukan Pertalite, Pertamina Sebut Busi Jadi Biang Motor Brebet