Jobuzo – QJMotor Indonesia sebagai pemain baru, dengan berani meluncurkan motor yang cukup unik yaitu CiTO 150. Sebuah motor sport matic dengan bentuk yang mungil, cocok bagi pecinta motor yang ingin terlihat nyentrik dan berbeda.
Peluncuran QJMotor CiTO 150 sendiri berlangsung pada gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2025 yang berlangsung pada beberapa bulan lalu.
Motor yang satu ini langsung menarik perhatian pengunjung, lantas bagaimana impresi berkendaranya?
Jobuzo mendapatkan kesempatan untuk mengetes QJMotor CiTO 150 selama beberapa hari, ini beberapa hal yang kami catat selama pengetesan berlangsung.

Desain Ala Moge
Secara desain, QJMotor CiTO 150 memiliki gaya yang diturunkan dari kakaknya yaitu SU9. Nah QJMotor SU9 sendiri merupakan hasil kerja sama dengan MV Agusta, sehingga tampilannya mirip dengan Superveloce.
Nah desain MV Agusta Superveloce inilah yang turut diturunkan ke QJMotor CiTo 150, yang terlihat dari bagian fairing depan hingga buritan ke lampu belakangnya.
Dengan desainnya yang kecil dan paduan Superveloce, membuat QJMotor CiTO 150 sekilas seperti sebuah roket dengan bagian depan sebagai moncongnya dan belakang sebagai pendorong roket.
Baca Juga :

Dimensi kecilnya juga membuat QJMotor CiTO 150 disesuaikan, seperti menggunakan pelek berukuran 12 inci di depan dan 10 inci di belakang.
Karena bermesin matic, QJMotor CiTO 150 punya posisi dapur pacu di bagian tengah lengkap dengan transmisi CVT di sebelah kiri.
Untuk mengisi kekosongan di depan mesin, QJMotor CiTO 150 dibekali bagasi yang cukup luas di bawah tangki yang biasanya di motor sport merupakan posisi mesin.
Menariknya meskipun dimensi kecil, QJMotor CiTO 150 menggunakan suspensi upside down di depan. Hanya saja di bagian belakang mengandalkan dual shock absorber yang berbeda dari motor-motor sport pada umumnya.

Performa kecil, lincah, kencang
Dibalik bodi mogenya, QJMotor CiTO 150 menggunakan mesin yang cukup kecil yakni 149,3 cc, 1-silinder, SOHC, dan masih berpendingin udara. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maskimal 9 kW atau setara 12 dk di 8.000 rpm dan torsi puncaknya mencapai 12,2 Nm di 6.000 rpm.
Berbekal mesin tersebut, QJMotor CiTO 150 terbilang punya tenaga yang cukup besar di putaran bawah. Sehingga digunakan bermacet-macetan sangat mudah, terlebih dimensinya yang cukup kecil.
Namun secara torsi, QJMotor CiTO 150 tidak terlalu menjambak di putaran bawah. Torsi justru terasa di putaran menengah, mungkin ini disesuaikan dengan dimensinya agar motor tidak mudah wheelie.
Baca Juga :

Rasa berkendaranya pun cukup unik, karena punya posisi duduk yang sporty, membuat pengendara seakan lupa kalau ini adalah motor matic. Sehingga sering kali saat deselerasi, pengendara mengharapkan adanya engine brake seperti motor bertransmisi manual.
Butuh pembiasaan yang cukup lama agar terbiasa dengan rasa berkendara QJMotor CiTO 150 ini.
Ngomong-ngomong posisi duduk, QJMotor CiTO 150 ini juga cukup unik karena posisi setang yang rendah, namun punya footstep yang berada di depan.
Sehingga dirasa kurang pas saat berkendara, mengingat posisi setang yang rendah membuat pengendara harus sedikit membungkuk. Namun footstep yang berada di depan terasa tidak pas, sehingga sering kali pengendara justru mengandalkan footstep milik pembonceng di belakang agar nuansa racing lebih terpenuhi.

Kalau soal handling, QJMotor CiTO 150 ini tidak memiliki masalah yang berarti. Suspensinya mampu mengendalikan motor saat berbelok, sehingga memberikan rasa stabil dan percaya diri pada pengendara.
Rasa percaya diri sedikit berkurang karena ukuran ban yang sangat kecil. Pengendara akan lebih mudah menggerakkan setang yang mana menjadi sulit dikendalikan saat bermanuver.
Ditambah lagi, QJMotor CiTO 150 punya standar tengah yang menopang ke mesin. Dua kaki standar tengah ini membuat motor tidak bisa miring secara maksimal, sehingga sering kali saat bermanuver berbelok komponen tersebut terseret aspal terlebih dahulu.
Baca Juga :

Menariknya untuk motor sekecil QJMotor CiTO 150, banyak fitur yang disediakan seperti ABS dual channel, Traction Control System, panel meter digital dengan MID, hingga USB charger Type-C dan Type-A.
Konsumsi bahan bakarnya pun terbilang cukup irit, dengan gaya berkendara yang kombinasi antara santai dan ngebut, ditambah kondisi jalan beragam dari lancar hingga macet, QJMotor CiTO tercatat meminum BBM sekitar 42 km/liter.
Angka tersebut diraih berdasarkan perhitungan full-to-full, karena MID QJMotor CiTO 150 tidak memiliki perhitungan konsumsi BBM rata-rata.

Kesimpulan
QJMotor CiTO 150 menjadi motor yang menarik untuk dimiliki, namun lebih cocok dipakai sebagai kendaraan hobi saja, bukan untuk harian. Karena posisi duduk baik pengendara maupun pembonceng akan sangat sulit jika dipakai harian.
Sehingga motor ini cocok bagi pecinta motor yang ingin menjadi perhatian di jalan, karena berdasarkan pengalaman Jobuzo, banyak pengendara lain di jalan yang memperhatikan QJMotor CiTO 150 saat dipakai.
Motor ini juga cukup ikonik, dengan desain yang unik membuatnya sayang jika dipakai untuk bertempur. Cocoknya disimpan dan dipakai untuk kegiatan seperti sunmori atau night ride yang banyak dilakukan pecinta roda dua.
Review QJMotor CiTO 150: Semenyenangkan Apa Motor Sport Tapi Matic?