Semarang, Jobuzo — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) menerapkan pembelajaran berbasis proyek nyata dengan membentuk komunitas Night Glow Ride (NGR) Semarang. Komunitas ini digagas dan dikelola langsung oleh mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas yang menekankan pengalaman nyata, kerja sama, dan praktik komunikasi.
Night Glow Ride Semarang berawal dari inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi USM yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan bersepeda malam. Pada awalnya, kegiatan ini hanya dilakukan dalam kelompok kecil untuk riding bersama. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi komunitas karena adanya kesamaan minat serta keinginan untuk menciptakan ruang kebersamaan yang positif dan aman.
Ketua komunitas Night Glow Ride Semarang, Zahroul Aulia, mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 3 kelas A sore, menjelaskan bahwa pembentukan komunitas ini tidak hanya bertujuan menyalurkan hobi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
“Awalnya hanya riding bareng, lalu berkembang jadi komunitas. Dari kegiatan ini kami belajar banyak hal, seperti berkomunikasi dengan anggota, mengatur kegiatan, dan bekerja sama dalam tim,” ujar Zahroul saat diwawancarai secara langsung.
Komunitas Night Glow Ride Semarang dibentuk sebagai wadah silaturahmi, penyaluran hobi bersepeda, serta ajakan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, komunitas ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi USM untuk mempraktikkan teori komunikasi dan kerja kelompok yang diperoleh di bangku kuliah. Koordinasi kegiatan dilakukan melalui grup WhatsApp dan media sosial agar komunikasi antaranggota berjalan dengan baik dan terbuka.
Dalam proses pembentukannya, komunitas ini juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi keaktifan anggota dan membangun rasa kebersamaan. Hal tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dialami langsung oleh mahasiswa.
“Tidak semua anggota bisa selalu aktif karena kesibukan masing-masing. Dari situ kami belajar pentingnya komunikasi dan saling memahami agar komunitas tetap berjalan,” tambah Zahroul.
Dari sisi peserta, keberadaan Night Glow Ride Semarang memberikan pengalaman yang positif dan nyaman. Anggi Aulia, salah satu peserta, mengaku tertarik mengikuti komunitas ini karena suasananya yang santai dan terbuka.
“Orang-orangnya ramah dan komunikasinya enak. Walaupun aku jarang gowes, tetap bisa ikut dan merasa nyaman,” ungkap Anggi.
Anggi juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam komunitas ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan teman dan relasi baru, serta mengenal kegiatan positif yang dapat dilakukan di malam hari.
Melalui komunitas Night Glow Ride Semarang, Ilmu Komunikasi USM menunjukkan penerapan pembelajaran berbasis proyek nyata yang mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga sarana pembelajaran praktis dalam bidang komunikasi, kerja sama tim, dan pengelolaan komunitas yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun lingkungan sekitar.
Oleh: Novita Meilina Sari
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang
Ilkom USM Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek Nyata melalui Komunitas Night Glow Ride Semarang