Magelang, Jobuzo – Upaya pemberdayaan perempuan sekaligus penguatan kepedulian lingkungan dilakukan dosen Teknik Industri Universitas Tidar, Ir. Nila Nurlina, bersama tim melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puri Bandongan Asri, Magelang.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Ekonomi Sirkuler Berbasis Perempuan melalui Pengelolaan Sampah Botol Plastik Skala Komunitas”. Program tersebut menyasar kelompok Dasawisma atau Dawis Puri Bandongan Asri.
Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya biaya hidup masyarakat serta persoalan pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah botol plastik. Kelompok Dawis dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkuler di tingkat komunitas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada dua output utama. Pertama, workshop manajemen pengelolaan Dawis. Kedua, penerapan sistem dropbox sebagai sarana pengumpulan sampah botol plastik dari warga.
Workshop yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026 itu memberikan pemahaman kepada anggota Dawis mengenai konsep ekonomi sirkuler, pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis, hingga penguatan manajemen organisasi.
Ir. Nila Nurlina mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah. Menurutnya, perempuan yang tergabung dalam Dawis memiliki peran strategis untuk mendorong perubahan perilaku peduli lingkungan.

“Perempuan yang tergabung dalam Dawis ini memiliki peran strategis untuk menggerakkan perubahan perilaku peduli lingkungan. Dengan sistem yang terstruktur, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Nila.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota Dawis aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program melalui partisipasi langsung.
Selain mendapatkan materi pengelolaan sampah, peserta juga dikenalkan dengan mitra yang bersedia membeli limbah botol plastik yang berhasil dikumpulkan. Dengan demikian, sampah botol plastik rumah tangga dapat dikelola sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi komunitas.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Ke depan, model pengelolaan sampah berbasis Dawis ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dosen Untidar Dorong Perempuan Magelang Kelola Sampah Botol Plastik