Jakarta, Jobuzo – Sekretaris Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi DKI Jakarta, Imam, mengecam keras aksi pembacokan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar di Jakarta. Ia menilai tindakan kekerasan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng citra pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
“Kami sangat prihatin dan mengecam keras tindakan pembacokan yang dilakukan oleh seorang pelajar. Peristiwa ini menunjukkan adanya krisis pengendalian diri dan menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk lebih serius dalam menjaga dan membina generasi muda,” ujar Imam dalam keterangannya.
Menurut Imam, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan, pelajar seharusnya menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, akhlak, kemanusiaan, serta diarahkan pada kegiatan positif dan produktif.
“Pelajar adalah aset bangsa yang harus diarahkan pada kegiatan positif, produktif, dan berorientasi pada masa depan. Karena itu, segala bentuk kekerasan yang melibatkan pelajar harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Imam mengatakan IPNU DKI Jakarta terus mengampanyekan gerakan “Jaga Pelajar Jakarta” sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi pelajar. Gerakan ini mengajak keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah untuk bersama-sama menjaga pelajar dari pengaruh negatif.
Ia menyebut gerakan tersebut juga menjadi upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja, tawuran, serta tindak kriminalitas lain yang melibatkan pelajar.
“Melalui gerakan Jaga Pelajar Jakarta, kami ingin memastikan bahwa pelajar Jakarta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.
Imam menilai peristiwa pembacokan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan pelajar tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi generasi muda.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga pelajar tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain itu, Imam meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai penegakan hukum yang jelas dan berkeadilan diperlukan agar memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang.
“Penegak hukum harus mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap tindak kekerasan yang dilakukan pelajar,” tegasnya.
Namun demikian, Imam juga menekankan pentingnya pembinaan dan pendidikan karakter bagi pelajar. Menurutnya, proses hukum harus dibarengi dengan penguatan nilai moral, keagamaan, serta pendampingan agar pelajar tidak kembali terjerumus pada perilaku kekerasan.
“Selain proses hukum, pembinaan dan pendidikan karakter juga harus diperkuat agar pelajar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan dirinya maupun orang lain,” katanya.
IPNU DKI Jakarta mengajak masyarakat tidak hanya fokus pada peristiwa kekerasan yang terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta penyediaan ruang aktivitas positif bagi pelajar.
“Jangan biarkan kekerasan menjadi budaya di kalangan pelajar. Mari bersama-sama menjaga pelajar Jakarta, karena mereka adalah masa depan bangsa,” pungkas Imam.
Sekretaris IPNU DKI Kecam Aksi Pembacokan Pelajar di Jakarta
