Malang, Jobuzo — Dalam upaya menghidupkan kembali warisan budaya yang mulai tergerus zaman, kelompok KKN FBD KOMPAK 67 Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Indonesian Culture Games di SDN 3 Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada 17–18 Juli 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Suthan Zaki Naufal Nadhir, mahasiswa Universitas Brawijaya, selaku penanggung jawab program.
Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga 6 dan menghadirkan empat lomba permainan tradisional Indonesia yang dikemas dengan cara seru dan edukatif. Tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan kembali pengetahuan dan minat anak-anak terhadap permainan tradisional, yang kini mulai tergantikan oleh permainan digital dan penggunaan gadget. Melalui pendekatan kompetitif yang menyenangkan, siswa diajak untuk merasakan kembali kegembiraan yang bersumber dari interaksi langsung dan nilai-nilai sosial dalam bermain.
Adapun empat cabang lomba yang dipertandingkan meliputi:
- Estafet Kelereng
Tiga peserta dari tiap kelas mengikuti lomba ini dengan tantangan tambahan: mata ditutup menggunakan masker kain berlubang kecil, sehingga penglihatan terbatas. Peserta harus membawa kelereng di atas sendok yang digigit, lalu menyerahkannya secara estafet. Lomba ini melatih keseimbangan, konsentrasi, dan koordinasi tim. - Balap Karung
Dua peserta per kelas berlomba melompat dengan karung menuju garis finis. Selain seru, permainan ini mengasah ketangkasan fisik dan semangat juang. - Cabut Koin
Lomba ini melibatkan dua peserta yang harus mengambil koin dari potongan buah pepaya yang telah dilumuri kecap asin, tanpa bantuan tangan. Kegiatan ini memancing gelak tawa karena unik dan menantang, sekaligus menguji ketangguhan mental peserta. - Gobak Sodor
Lima peserta per kelas bertanding dalam format tim. Satu tim bertugas menjaga garis, sementara tim lawan berupaya melewati penjagaan dengan strategi dan kecepatan. Permainan ini menanamkan kerja sama, keberanian, dan komunikasi tim.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para guru, siswa, dan tim KKN turut larut dalam suasana kompetitif yang sehat. Suasana halaman sekolah dipenuhi tawa, sorak sorai, serta semangat gotong royong khas permainan masa kecil. Sebagai output kegiatan, tim KKN FBD KOMPAK 67 juga memproduksi infografis edukatif tentang permainan tradisional, yang berisi penjelasan ringkas masing-masing permainan, cara bermain, manfaatnya, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Infografis ini ditempelkan di setiap kelas dari kelas 1 hingga 6 sebagai bentuk pelestarian budaya visual dan media pembelajaran yang terus bisa diakses oleh siswa.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain dan bersenang-senang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai identitas budaya bangsa. Di tengah gempuran teknologi digital, Indonesian Culture Games menjadi pengingat bahwa permainan tradisional masih relevan dan penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kelompok KKN FBD KOMPAK 67 berharap agar siswa SDN 3 Balesari tidak hanya mengenang permainan tradisional sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan yang sederhana namun bermakna, pelestarian budaya lokal dapat tumbuh kembali dari ruang-ruang sekolah di pelosok desa.
KKN Universitas Brawijaya Hidupkan Semangat Permainan Tradisional Lewat Indonesian Culture Games di SDN 3 Balesari
