AESENNEWS.COM, PANDEGLANG -BANTEN, Kemarahan masyarakat terhadap maraknya kasus korupsi semakin memuncak. Banyak warga menilai penegakan hukum di Indonesia masih belum berjalan adil. Di satu sisi, pelaku pencurian kecil seperti maling motor kerap menjadi sasaran amukan massa hingga kehilangan nyawa. Namun di sisi lain, pelaku korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah justru sering terlihat masih bisa tersenyum di hadapan publik.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa hukum terasa begitu keras kepada rakyat kecil, tetapi terlihat lunak terhadap pelaku kejahatan kerah putih? Ketimpangan tersebut dinilai melukai rasa keadilan publik dan memicu ketidakpercayaan terhadap sistem hukum.
Banyak warga berpendapat bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa karena dampaknya menyengsarakan rakyat luas. Dana pembangunan, bantuan sosial, pendidikan hingga kesehatan dapat terganggu akibat ulah para koruptor. Karena itu, sebagian masyarakat menuntut hukuman yang lebih berat bagi pelaku korupsi.
Meski demikian, para pengamat hukum mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi proses peradilan dan hak asasi manusia. Segala bentuk kekerasan massa maupun tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan, termasuk terhadap pelaku pencurian ataupun korupsi.
Praktik pengeroyokan terhadap terduga maling motor hingga tewas juga dinilai sebagai tindakan melanggar hukum. Aparat penegak hukum diminta hadir lebih cepat agar masyarakat tidak terpancing emosi dan mengambil tindakan brutal yang berujung hilangnya nyawa seseorang.
Sementara itu, tuntutan hukuman berat terhadap koruptor terus menjadi sorotan publik. Sebagian masyarakat bahkan mendorong agar hukuman maksimal diterapkan untuk memberikan efek jera. Namun pelaksanaan hukuman tetap harus mengikuti aturan perundang-undangan dan keputusan pengadilan.
Pakar hukum menilai solusi utama bukan sekadar memperberat hukuman, tetapi memastikan penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, baik rakyat kecil maupun pejabat, harus diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum mampu menunjukkan keberpihakan terhadap keadilan. Ketegasan terhadap korupsi harus dibuktikan melalui proses hukum yang transparan, cepat, dan tidak tebang pilih.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya main hakim sendiri juga perlu terus dilakukan. Emosi dan kemarahan tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan nyawa seseorang di luar proses hukum.
Rasa keadilan publik akan terwujud apabila hukum benar-benar berdiri tegak tanpa membedakan status sosial maupun jabatan. Ketika semua pelaku kejahatan diproses secara setara, kepercayaan masyarakat terhadap hukum akan kembali tumbuh.
Masyarakat kini menunggu keberanian negara dalam memberantas korupsi secara serius sekaligus melindungi seluruh warga dari tindakan kekerasan massa. Sebab keadilan sejati bukan hadir dari amarah, melainkan dari hukum yang ditegakkan dengan tegas dan adil.(Cep S.)
Hukuman Harus Adil, Jangan Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas
