Jobuzo, Jakarta – Sobat Molis…..Pernah melihat kendaraan yang punya pedal seperti sepeda, tetapi tampil sangar layaknya motor klasik? Kalau belum, kenalan dulu dengan Beachman Aviator, kendaraan listrik terbaru yang sukses membuat batas antara sepeda listrik dan motor listrik semakin kabur.
Sekilas, Aviator terlihat seperti motor cafe racer era 1960-an.
Ada setang clip-on rendah, lampu depan bulat, jok panjang bergaya klasik, hingga panel instrumen analog ganda yang membuat orang bisa salah sangka.
Kalau diparkir di depan warung kopi, banyak yang mungkin mengira ini motor antik mahal.
Padahal, tangki bensinnya cuma “pemeran pengganti”.
Benda yang terlihat seperti tangki itu ternyata berfungsi sebagai tempat menyimpan baterai yang bisa dilepas sekaligus ruang penyimpanan untuk sarung tangan dan kabel pengisian daya.
Jadi, tampilannya memang motor, tetapi “isi perutnya” listrik.
Satu Motor, Tiga Kepribadian
Yang membuat Beachman Aviator menarik bukan hanya desainnya.
Pabrikan asal Kanada itu membuat satu platform yang bisa “berganti identitas” sesuai kebutuhan.
Versi paling dasar dibatasi secara elektronik hingga 20 mph (sekitar 32 km/jam) saat digunakan di jalan raya agar memenuhi regulasi sepeda listrik di sejumlah negara.
Namun begitu masuk mode off-road, kecepatannya langsung melonjak menjadi 35 mph (56 km/jam).
Pertanyaannya sederhana.
Kalau mode off-road tinggal dipencet satu tombol, siapa yang bisa memastikan penggunanya benar-benar hanya memakainya di jalur tanah?
Mungkin cuma hati nurani… kalau sedang aktif.
Naik satu tingkat, tersedia versi Light Motorcycle dengan kecepatan maksimum 45 mph (72 km/jam).
Versi ini bahkan sudah mampu membawa dua orang layaknya motor sungguhan.
Belum selesai sampai di situ.
Beachman juga menyiapkan varian setara motor 125 cc yang akan meluncur akhir tahun ini.
Kecepatan puncaknya mencapai 60 mph (97 km/jam) dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 125 mil atau sekitar 201 kilometer.
Pedal Cuma Formalitas?
Kalau melihat rangkanya, Aviator jelas lebih dekat ke motor daripada sepeda.
Rangka menggunakan konstruksi motor, suspensi dan roda berukuran motor, posisi berkendara ala cafe racer, bahkan joknya cukup untuk dua penumpang.
Pedalnya justru terasa seperti “aksesori legal” agar kendaraan ini bisa lolos dalam kategori tertentu di beberapa negara.
Inilah yang membuat banyak pengamat menilai Beachman Aviator bisa menjadi mimpi buruk bagi aparat penegak hukum.
Dari jauh terlihat seperti motor.
Didekati ada pedal.
Dicek surat-suratnya bisa jadi masuk kategori sepeda listrik.
Bikin bingung siapa saja yang mencoba mengelompokkan kendaraan ini.
Motor Klasik, Teknologi Masa Kini
Dibanding model sebelumnya, Beachman ’64, Aviator membawa banyak penyempurnaan.
Baterai kini ditempatkan lebih rapi di dalam rangka sehingga struktur kendaraan menjadi lebih kokoh.
Bagian belakang dibuat lebih bersih, sementara dua panel instrumen analog membuat nuansa motor klasik semakin kuat.
Meski tampil retro, fitur yang dibawanya cukup modern.
Mulai dari port USB-C, alarm gerak, remote start, hingga pilihan baterai 2,8 kWh yang dapat dilepas atau baterai tetap 4,3 kWh.
Jadi jangan tertipu wajah klasiknya.
Di balik tampilannya yang seperti motor zaman dulu, isinya sudah era digital.
Harga Tak Murah
Beachman berencana mulai menjual Aviator pada musim semi 2026.
Harga versi “e-bike” dibanderol mulai US$5.499, sedangkan versi Light Electric Motorcycle dijual mulai US$5.999.
Kalau dirupiahkan, harganya mendekati Rp90 jutaan hingga Rp98 jutaan, angka yang sudah cukup untuk membeli motor bensin berkapasitas besar bekas dengan performa menggiurkan.
Namun, Beachman tampaknya memang tidak mengejar pembeli yang sekadar mencari kendaraan murah.
Mereka menyasar orang yang ingin tampil beda.
Karena pada akhirnya, Beachman Aviator bukan sedang mencoba menjadi sepeda listrik atau motor listrik.
Ia seperti berkata kepada dunia:
“Kalau aturan bilang aku sepeda, ya aku pakai pedal. Kalau boleh jadi motor, tinggal buka semua tenagaku.”
Dan di situlah letak daya tariknya.
Satu kendaraan, tiga identitas. Yang bingung bukan pengendaranya, melainkan orang yang mencoba mengelompokkannya.
(Ant) (Photo by: Beachman Bikes)
Jangan Tertipu Pedalnya! Beachman Aviator Tampil Kayak Sepeda, Larinya Bak Motor
