Jobuzo, JAKARTA – Tren mengubah mobil klasik jadi bertenaga listrik makin bikin heboh dunia otomotif. Dari Mini Cooper jadul sampai Bentley mewah, semuanya bisa “disulap” jadi mobil ramah lingkungan tanpa knalpot. Tapi siap-siap, biayanya bikin geleng-geleng kepala!
Harga Fantastis: Dari Rp3 Miliar Sampai Rp10 Miliar!
Contohnya, David Brown Mini eMastered dibanderol mulai dari £150.000 atau sekitar Rp3 miliar. Kalau mau lebih gila lagi, ada Bentley S2 Continental by Lunaz yang konversinya tembus £500.000 atau kira-kira Rp10 miliar! Itu sudah termasuk mobil donor plus restorasi total yang bikin tampilannya lebih kinclong dari baru.
Sebagai perbandingan, mobil baru Vauxhall Corsa versi bensin harganya nggak sampai Rp400 jutaan. Tapi kalau listrik, harganya bisa melesat ke Rp700 jutaan lebih. Jadi jelas, konversi mobil klasik bukanlah pilihan “hemat”.
Jangan Coba-Coba di Rumah!
Kalau ada yang mikir, “Ah gampang, bikin sendiri aja!” – mending pikir dua kali. Konversi EV bukan sekadar ganti mesin. Ada urusan kelistrikan bertegangan tinggi yang kalau salah pegang bisa berakibat fatal. Karena itu, banyak pemilik mobil klasik menyerahkan ke bengkel spesialis macam Electrogenic yang bukan cuma jaminan aman, tapi juga bisa urus surat-surat biar legal di jalan.
Kelebihan: Nostalgia + Teknologi Modern
Apa untungnya? Banyak! Nggak ada lagi drama mogok pagi-pagi, nggak pusing nyari onderdil langka, dan yang jelas lebih “future proof” karena regulasi emisi makin ketat. Bahkan, di kota besar Eropa, mobil bensin tua sudah mulai dilarang masuk.
Pengalaman berkendara juga tetap seru. Tim Pitt, jurnalis otomotif yang nyobain Bentley S2 Continental by Lunaz, bilang mobil ini tetap terasa megah dan penuh wibawa meski sudah listrik. Sementara Mini eMastered justru jadi superpraktis buat di kota: irit tempat, gampang parkir, dan bebas biaya zona emisi rendah.
Kekurangan: “Membunuh Jiwa” Mobil Klasik
Di sisi lain, banyak pecinta mobil klasik yang bilang mesin adalah “jiwa” kendaraan. Bayangin, suara raungan mesin Porsche flat-six diganti jadi sunyi senyap motor listrik – rasanya seperti kehilangan identitas.
Belum lagi urusan teknis. Mesin listrik bisa bikin tenaga mobil naik drastis, tapi rangka dan suspensi mobil tua bisa kewalahan. Solusinya? Upgrade lagi, tambah biaya lagi. Dan jangan lupa, nilai jual koleksi bisa anjlok karena dianggap sudah “tidak orisinal”.
Jadi, Harus Konversi atau Tidak?
Jawabannya balik lagi ke selera dan isi dompet. Kalau niatnya biar mobil klasik tetap bisa dipakai di jalan raya tanpa khawatir aturan emisi, konversi listrik bisa jadi solusi keren. Tapi kalau mobil itu koleksi langka dan bernilai sejarah, mungkin lebih baik dibiarkan apa adanya.
Yang jelas, pilihan ada di tangan Anda: nostalgia mesin tua yang berisik atau kenyamanan masa depan yang senyap tapi super mahal?
(AnT) (gambar ilustrasi)
Konversi Mobil Klasik Jadi Listrik, Biayanya Bisa Tembus Rp10 Miliar