Jobuzo – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat modern, kesehatan mata menjadi salah satu aspek yang kerap terabaikan. Aktivitas harian yang didominasi oleh penggunaan gawai, paparan layar digital dalam waktu lama, hingga kondisi lingkungan seperti udara ber-AC dan polusi, secara tidak disadari meningkatkan risiko gangguan mata. Salah satu kondisi yang paling sering muncul namun kerap dianggap sepele adalah mata kering.
Rasa mata sepet, perih, atau cepat lelah sering kali dianggap sebagai konsekuensi normal dari aktivitas padat. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan mata kering yang memerlukan perhatian khusus. Berangkat dari realitas inilah Kampanye Bebas Mata SePeLe hadir sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.
Mata Kering sebagai Tantangan Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Mata kering bukan lagi masalah kesehatan yang jarang ditemui. Data menunjukkan bahwa prevalensi mata kering di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek dan Bandung tergolong tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan menatap layar tanpa jeda, paparan udara kering dari pendingin ruangan, hingga kurangnya kesadaran akan pola perawatan mata yang tepat.
Ironisnya, meskipun angka kejadiannya tinggi, banyak penderita mata kering tidak menyadari kondisi yang dialaminya. Gejala awal sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau akibat kurang tidur. Akibatnya, penanganan yang seharusnya dilakukan sejak dini justru tertunda, sehingga kondisi dapat berkembang menjadi lebih berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mata kering yang tidak tertangani dengan baik dapat menurunkan kualitas penglihatan, menyebabkan ketidaknyamanan berkepanjangan, serta berdampak pada produktivitas kerja dan kualitas hidup secara keseluruhan. Inilah alasan mengapa literasi kesehatan mata menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius.
Latar Belakang Diluncurkannya Kampanye Bebas Mata SePeLe
Melihat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap mata kering, Combiphar melalui merek tetes mata andalannya, INSTO, meluncurkan Kampanye Bebas Mata SePeLe. Kampanye ini dirancang sebagai gerakan edukatif untuk mengajak masyarakat mengenali dan memahami gejala mata kering sejak tahap awal.
Sebagai brand yang telah dipercaya selama lebih dari 50 tahun, INSTO memiliki komitmen kuat dalam mendukung kesehatan mata masyarakat Indonesia. Kampanye ini bukan sekadar aktivitas pemasaran, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata.
Makna dan Filosofi di Balik Istilah SePeLe
Istilah SePeLe merupakan singkatan dari SEpet, PErih, dan LElah, tiga gejala utama mata kering yang paling sering muncul namun kerap diabaikan. Pemilihan istilah ini bukan tanpa alasan. Kata “sepele” sangat dekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung menganggap ringan keluhan kesehatan selama masih bisa beraktivitas.
Melalui Kampanye Bebas Mata SePeLe, INSTO ingin mengubah pola pikir tersebut. Kampanye ini menekankan bahwa:
- Mata terasa sepet bukan kondisi normal jika terjadi berulang
- Mata perih bukan sekadar iritasi ringan akibat debu atau asap
- Mata cepat lelah bukan hanya tanda kurang istirahat
Ketiga gejala tersebut dapat menjadi sinyal awal mata kering yang perlu dikenali dan ditangani dengan tepat.
Sudut Pandang Medis: Mengapa Mata Kering Tidak Boleh Diabaikan
Menurut Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM dari JEC Eye Hospitals and Clinics, jumlah pasien mata kering yang datang untuk berobat tergolong tinggi. Sayangnya, sebagian besar pasien baru datang ketika kondisi mata kering sudah cukup parah.
Padahal, gejala awal seperti mata sepet, perih, dan lelah sering kali sudah muncul sejak lama. Jika masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda ini dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata, kondisi mata kering dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat.
Secara medis, mata kering memiliki berbagai jenis dan tingkat keparahan. Oleh karena itu, tatalaksananya bersifat individual atau “tailor-made”. Penanganan dapat mencakup perubahan kebiasaan sehari-hari, edukasi cara berkedip yang benar, kompres hangat, menjaga kebersihan kelopak mata, hingga penggunaan artificial tears sebagai pengganti air mata alami.
Peran INSTO Dry Eyes dalam Mendukung Penanganan Mata Kering
Sebagai bagian dari Kampanye Bebas Mata SePeLe, INSTO memperkenalkan varian INSTO Dry Eyes yang diformulasikan khusus untuk membantu meredakan gejala mata kering. Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), bahan aktif yang bekerja sebagai pelumas menyerupai air mata alami.
HPMC dikenal mampu membantu menjaga kelembapan permukaan mata dan meringankan iritasi akibat kekurangan produksi air mata. Kandungan ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophthalmology sebagai bagian dari panduan terapi mata kering ke World Health Organization.
Dengan kemasan praktis 7,5 ml, INSTO Dry Eyes mudah dibawa dan digunakan kapan saja, menjadikannya solusi yang relevan bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Figur Publik dan Peran Cerita Nyata dalam Kampanye
Kampanye Bebas Mata SePeLe juga melibatkan figur publik untuk memperluas jangkauan pesan edukasi. Salah satunya adalah Yuki Kato, yang membagikan pengalamannya mengabaikan gejala mata sepet, perih, dan lelah.
Seperti banyak orang lainnya, ia sempat menganggap keluhan tersebut sebagai akibat kurang tidur atau kelelahan. Namun, setelah memahami bahwa gejala tersebut merupakan tanda mata kering, kesadarannya terhadap pentingnya perawatan mata pun meningkat. Cerita nyata seperti ini membantu masyarakat merasa lebih dekat dan relevan dengan pesan kampanye.
Aktivasi Kampanye di Berbagai Kota
Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, Kampanye Bebas Mata SePeLe telah digelar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Aktivasi kampanye dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan mata kering gratis, zona edukasi interaktif, serta aktivitas hiburan yang bersifat informatif.
Pendekatan langsung kepada masyarakat ini memungkinkan pesan edukasi tersampaikan secara lebih efektif. Masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat memahami kondisi mata mereka sendiri melalui pemeriksaan langsung.
Dampak Mata Kering terhadap Produktivitas dan Kualitas Hidup
Mata merupakan indera utama dalam hampir semua aktivitas modern, mulai dari bekerja, belajar, hingga berinteraksi secara sosial. Ketika mata kering dibiarkan tanpa penanganan, rasa tidak nyaman yang muncul dapat mengganggu konsentrasi dan menurunkan performa kerja.
Dalam jangka panjang, mata kering juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Aktivitas yang sebelumnya terasa ringan dapat menjadi melelahkan, dan kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental akibat ketidaknyamanan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata merupakan investasi penting bagi produktivitas dan kesejahteraan.
FAQ Seputar Kampanye Bebas Mata SePeLe
Apa itu Kampanye Bebas Mata SePeLe?
Kampanye edukasi dari INSTO untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala mata kering sejak dini.
Apa saja gejala Mata SePeLe?
Mata sepet, perih, dan lelah yang sering muncul tanpa disadari sebagai tanda mata kering.
Siapa saja yang berisiko mengalami mata kering?
Pengguna gadget intensif, pekerja di ruangan ber-AC, dan masyarakat perkotaan dengan aktivitas tinggi.
Apakah mata kering bisa dicegah?
Ya, dengan mengenali gejala sejak awal, menjaga kebiasaan sehat, dan melakukan penanganan yang tepat.
Kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter mata?
Jika gejala berlangsung lama, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apakah penggunaan tetes mata dapat membantu?
Tetes mata pelumas dapat membantu meredakan gejala mata kering sesuai anjuran dan kebutuhan.
Penutup
Kampanye Bebas Mata SePeLe menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan mata masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan edukatif yang sederhana namun relevan, kampanye ini mengajak masyarakat untuk tidak lagi menganggap remeh gejala mata kering.
Dengan mengenali tanda-tanda awal seperti mata sepet, perih, dan lelah, serta mengambil langkah penanganan yang tepat, masyarakat dapat menjaga kesehatan mata, mempertahankan produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup. Pada akhirnya, kesehatan mata bukanlah hal sepele, melainkan fondasi penting bagi kehidupan yang aktif dan bermakna. (**Hs)
Lewat Kampanye Bebas Mata SePeLe, INSTO Ajak Masyarakat Lebih Peduli pada Gejala Mata Kering
