SLEMAN, Jobuzo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 130 menggelar kegiatan untuk mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa menghadirkan berbagai program edukasi dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan desa, khususnya pepaya dan susu kambing.
Kegiatan KKN yang dilaksanakan sejak 6 Januari hingga 19 Februari 2026 tersebut mengusung tema “Edukasi Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan SDGs”. Melalui tema tersebut, mahasiswa berupaya menjawab tantangan pengolahan produk lokal yang selama ini masih dilakukan secara konvensional dan memiliki keterbatasan dari sisi inovasi maupun pemasaran.
Ketua Tim KKN UNS Kelompok 130, Alif Arnenda, mengatakan bahwa Desa Sumberharjo memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat pepaya dan susu kambing sebagai komoditas unggulan desa yang sebenarnya memiliki peluang ekonomi tinggi jika diolah dengan inovasi yang tepat,” ujar Alif.
Dua program utama yang dilaksanakan Tim KKN UNS 130 adalah Sosialisasi dan Praktik Pemanfaatan Pepaya Lokal Menjadi Manisan dan Selai, serta Edukasi dan Rebranding Olahan Susu Kambing Murni menjadi Susu Pasteurisasi Aneka Rasa. Kedua kegiatan tersebut menyasar kelompok masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam pengolahan hasil pertanian dan peternakan desa.
Dalam kegiatan pengolahan pepaya, mahasiswa memberikan sosialisasi sekaligus praktik langsung pembuatan manisan dan selai pepaya bersama warga. Program ini bertujuan agar pepaya tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan lebih lama.
“Kami ingin masyarakat memiliki alternatif pengolahan pepaya sehingga hasil panen tidak hanya bergantung pada harga pasar buah mentah. Dengan produk olahan seperti manisan dan selai, nilai ekonominya bisa meningkat,” kata Lutfi Amalia Zulfa selaku fasilitator dan pemateri kegiatan.
Sementara itu, kegiatan edukasi dan rebranding susu kambing dilakukan bersama kelompok pengelola susu kambing “Sumber Tumuwuh” di Desa Sumberharjo. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai proses pasteurisasi susu kambing serta praktik pengolahan susu menjadi produk pasteurisasi dengan variasi rasa dan kemasan yang lebih menarik.
Pemateri kegiatan, Faza Alfun Muzazah dan Naila Fairuz Ramadhina, menjelaskan bahwa proses pasteurisasi penting untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk susu kambing. “Melalui pasteurisasi dan inovasi rasa, susu kambing tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tetapi juga lebih diminati oleh konsumen yang lebih luas,” ujar Faza.
Menurutnya, inovasi kemasan juga menjadi bagian penting dalam membangun branding produk. Kemasan yang lebih modern dan informatif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus daya saing produk di pasar.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNS Kelompok 130, Titi Wahyuni S.Pd., M.Sc., menilai program yang dijalankan mahasiswa sejalan dengan upaya penguatan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. “Kegiatan ini mendukung SDGs, khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta poin 9 terkait inovasi dan industri,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga tak hanya mengikuti sosialisasi, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik pengolahan produk.
Tim KKN UNS 130 juga berkoordinasi dengan pihak Kalurahan Desa Sumberharjo dalam pelaksanaan kegiatan, terutama terkait fasilitasi tempat dan pelibatan warga. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melakukan pendampingan kepada masyarakat agar inovasi pengolahan pepaya dan susu kambing pasteurisasi dapat terus dikembangkan setelah masa KKN berakhir. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sumberharjo dalam mengembangkan produk lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)
Mahasiswa UNS Hadirkan Inovasi Olahan Pepaya dan Susu Kambing
